Walikota Jambi Warning Pertamina Tidak Boleh “Hidupkan” Izin Pangkalan Nakal

Walikota Jambi Syarif Fasha Sidak ke salah satu SPBE Pertamina. Foto: Kabarserasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Memasuki awal bulan puasa, kebutuhan akan tabung gas 3 kg bagi masyarakat sangatlah tinggi. Untuk memastikan kebutuhan tersebut, Walikota Jambi Syarif Fasha melakukan inspeksi mendadak (sidak) disalah satu Stasion Pengisian Bahan bakar Elpiji (SPBE) di kawasan Pall 10, Kotabaru, Kota Jambi, Senin (29/5/2017).

Dalam sidak tersebut, Fasha melihat langsung petugas mengisi satu persatu tabung gas 3 kg yang selanjutnya didistribusikan ke masing-masing daerah.

Menurutnya, dari laporan pimpinan SPBE untuk tabung gas elpiji 3 kg terutama diperuntukkan masyarakat Kota Jambi sudah cukup. Bahkan distribusinya mereka tidak pernah kurang hingga sampai ke Kabupaten Muarojambi, Tanjungjabung Barat dan Tanjungjabung Timur terpenuhi.

Hanya saja yang perlu diwaspadai, sambung Fasha, masih adanya permainan-permainan dari pangkalan nakal atau gelap yang masih nekad menjual gas 3 kg tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan.

“Itu yang kami (Pemkot Jambi) merazia terus. Masak ada toko buah, toko elektronik menjual tabung gas 3 kg. Ini yang harus diamankan petugas,” tegas Fasha.

Dalam catatannya, sudah banyak pangkalan nakal di Kota Jambi yang izin pangkalannya sudah dicabut. Untuk itu, Walikota Jambi meminta agar pihak Pertamina jangan memberikan izin lagi.

“Bagi pangkalan nakal yang sudah kami cabut izinnya, Saya mohon pihak Pertamina jangan membesarkan atau menghidupkan lagi izinnya. Ini dilakukan agar ada efek jera bagi pemilik pangkalan nakal,” tukasnya.

Fasha juga tidak menginginkan ada modus lama terulang kembali. “Begitu mobil pembawa tabung gas 3 kg masuk, tiba-tiba ada mobil lain keluar. Gas yang baru masuk mendadak sudah habis.”

“Jika ini masih terjadi. Kami tidak segan-segan mencabut izinnya dan melaporkannya ke pihak polisi,” ujar Fasha.

Begitu juga bagi para camat dan lurah, lanjutnya, Dia menginstruksikan agar menginventarisir serta mengawasi pengaturan distribusi gas 3 kg di masing-masing lingkungannya.

“Usahakan warga setempat yang harus didahulukan peruntukannya. Apabila sudah dapat semua sesuai peruntukannya baru boleh diperuntukkan warga lain yang juga membutuhkan,” tutur Fasha.

Dia berpesan kepada semua pangkalan gas 3 kg, agar memprioritaskan masyarakat yang tidak mampu, karena tabung gas 3 kg diperuntukkan untuk mereka.

“Saya tidak ingin disalahgunakan. Karena banyak indikasi, gas 3 kg banyak digunakan oleh pihak restoran, hotel atau penginapan. Padahal gas 3 kg diperuntukkan untuk warga tidak mampu, sehingga mereka seringkali tidak dapat gas,” imbuhnya.

Fasha berharap, selama bulan Ramadhan dan lebaran atau seterusnya tidak ada lagi terdengar kelangkaan gas elpiji 3 kg ditengah masyarakat.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply