15 Ton Daging Beku Ilegal Asal India dan Australia Diamankan Petugas

Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto bersama barang bukti daging beku yang berhasil diamankan. Foto: Kabarserasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Belum lagi datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, warga Jambi dihebohkan penangkapan 15 ton daging beku oleh tim Ditreskrimsus Polda Jambi.

Padahal belum ada permintaan daging beku dari Bulog Jambi untuk keperluan masyarakat Jambi saat ini.

Diduga, belasan daging beku tersebut sengaja distok untuk dijual jelang lebaran idul fitri oleh pelaku di Jalan Panglima Polim, Kelurahan Rajawali, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi.

Terungkapnya kasus ini, menurut Kapolda Jambi Brigjen Pol Priyo Widyanto, bermula saat Satgas Pangan Provinsi Jambi bersama Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan sidak harga barang kebutuhan masyarakat menjelang bulan puasa di pasar tradisional.

Kemudian, petugas melanjutkan sidak ke wilayah pergudangan pembongkaran daging beku di kawasan tersebut.

Ternyata di TKP, petugas gabungan tersebut menemukan sebuah mobil truk bernomor polisi B 9993 FJ lagi beraktivitas bongkar muat daging beku.

“Saat dicek petugas, ternyata daging beku itu berasal dari negara India dan Australia yang dibawa dari Pelabuhan Tanjung Priok kemudian ke Bekasi lalu menuju wilayah Jambi,” kata Priyo, Rabu (10/5/2017).

Setelah diperiksa petugas, daging beku berupa daging Sapi, Kerbau dan Ayam seberat 15 ton yang diketahui akan dijual di kawasan Jambi.

“Kita juga mengamankan pemilik daging yang berinisial SZ (39), warga Jalan Sulthan Thaha, Kelurahan Pasar, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Dia tidak bisa menunjukkan dokumen impor dan karantina daging kepada petugas,” ujarnya.

“Untuk modus, lanjut Kapolda, pelaku memesan daging beku antar pulau tanpa dilengkapi dokumen karantina. Daging beku itu, kemudian dikemas dalam plastik lalu dimasukkan kedalam kardus. Totol kardus berjumlah 580,” ungkap Prio.

Menurutnya, 15 ton daging beku itu rencananya akan dipasarkan di wilayah Jambi menjelang bulan suci ramadhan ini dan persiapan lebaran.

Namun demikian, Kapolda belum bisa memastikan apakah daging ini layak kosumsi atau tidak, karena petugas kesehatan Jambi masih melakukan pengecekan kondisi daging beku itu.

Kuat, sopir pengangkut 15 ton daging beku ilegal kepada media, mengaku diupah seseorang dalam sekali angkut sebesar Rp. 5,4 juta dari Tanjung Priok ke Jambi. “Saya biasanya membawa daging beku ayam KFC.”

Atas perbuatannya tersebut, pemilik barang dan sopir pengangkut daging itupun akhirnya digelandang ke Mapolda Jambi bersama satu unit truk boks freezer.

Pemilik daging ilegal tersebut akan dikenakan pelanggaran Pasal 31 ayat (1) junto Pasal 5 UU nomor 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan dan Tumbuhan dengan ancaman hukuman penjara tiga tahun dan denda Rp. 150 juta.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

Leave a Reply