Korban Banjir Tewas Setelah Bertahan Dalam Genangan Air

Korban banjir tewas setelah sebelumnya sempat bertahan/ Foto: wan

Kayuagung, Kabarserasan.com—Seorang warga korban banjir di Desa Sukadana, Kecamatan Kayu agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan, Jumat (05/05/2017) pagi tewas setelah sempat bertahan 10 hari dalam genangan air di rumahnya.

Korban bernama Khodijah ini, menderita penyakit stoke. Saat banjir datang dan menggenangi rumahnya hingga setinggi satu meter, ia hanya bisa pasrah, tak bisa kemana-mana kecuali bertahan di dalam rumah berharap air cepat surut.

Saat dievakuasi dan mendapati wanita ini menderita stroke, petugas sempat membawanya ke rumah sakit. Namun kondisinya yang sudah terlanjur memburuk karena banjir, membuat nyawanya tak tertolong. Diduga, korban terlambat ditolong.

“Iya saya sempat diungsikan lalu kondisi ibu kian hari kian memburuk selama di dalam rumah. Akhirnya tak tertolong, kami sangat sedih” ujar Nigar Wati, anak mendiang Khodijah, dibenarkan oleh Hary Putra, tokoh masyarakat setempat.

Warga juga menyesalkan reaksi Pemerintah Kabupaten OKI yang tidak pernah turun ke lokasi banjir, merendam ratusan rumah warga di Desa Sukadana.

Banjir di wilayah ini, menurut warga, dampak pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang menghubungkan Kayu Agung-Palembang. Karena sejak proyek pembangunan jalan tol ini dilakukan, warga mengaku wilayah tempat tinggal mereka lebih sering digenangi banjir, akibat banyaknya saluran air tersumbat.

Rabu (03/05/2017) lalu warga ramai-ramai mendatangi pihak PT Waskita Karya (WK), kontraktor pembangun jalan tol. Hasilnya, peruahaan kontraktor itu langsung membuatkan gorong-gorong di beberapa saluran air, hingga genangan banjir sudah berangsur surut. (wan)

Baca Berita Terkait: Sering Digenangi Banjir Warga Protes Pembangunan Tol

Leave a Reply