Bulog Larang Keras Pedagang Timbun Beras

Kamtor Bulog Jambi. Foto Kabarserasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Bulan Ramadhan dan Hari Raya 1 Syawal umat muslim sudah diambang pintu. Untuk mengantisipasi kekurangan beras dan melonjaknya harga beras di Provinsi Jambi, Bulog Provinsi Jambi sudah mempersiapkan sejak jauh hari.

Buktinya, dalam waktu dekat ini, Bulog Jambi dalam perjalanan ada sekitar 2.000 ton beras menuju ke gudang Bulog Jambi yang didistribusikan langsung dari Kediri, Jawa Timur.

“Jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau panik akan kekurangan beras. Karena pihaknya sudah memiliki stok beras lebih dari yang cukup,” kata Saidi Kabid Pengadaan Operasional dan Pelayanan Publik, Bulog, Provinsi Jambi di kantornya di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, Selasa (25/4/2017).

Saat ini di gudang Bulog sudah tersedia beras sebanyak 16.000 ton untuk keperluan di Provinsi Jambi. Sedangkan di Kota Jambi sudah terdapat 9.000 ton.

Untuk mengantisipasi melonjaknya harga beras di pasaran menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran, Bulog Jambi sudah mewanti-wanti pengusaha atau agen beras di Jambi agar tidak melakukan menyetok beras dan kebutuhan pokok lainya untuk keperluan masyarakat.

“Bagi pengusaha dan agen beras jangan lagi menimbun beras dengan dalih untuk dijual pada saat puasa dan lebaran umat muslim mendatang,” katanya.

Begitu juga bagi masyarakat, sambung Saidi, jangan membeli secara berlebihan sehingga menimbulkan kenaikan harga di pasaran.

“Ini sudah kita lakukan beberapa waktu lalu. Saat ini harga beras per kilogramnya turun Rp. 500. Untuk tahun ini diprediksi harga beras di Jambi tetap stabil,” lanjut Saidi.

Namun untuk mengantisipasi gejolak harga pasar, seperti tahun-tahun yang sebelumnya Bulog Jambi tetap akan melakukan operasi pasar pada bulan puasa mendatang.

“Operasi pasar tersebut berdasarkan permintaan Disperindag Provinsi Jambi. Bulog tidak akan melakukan operasi pasar jika tidak ada perintah Disperindag Provinsi Jambi,” ungkapnya.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply