Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Pertamina Diblokir Warga

Jalan Pertamina yang di Blokir Warga di Kota Baru Jambi. Foto: Kabarserasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Mengetahui warganya melakukan aksi pemblokiran jalan yang berada berdekatan dengan PT. Pertamina EP Asset 1 Field Jambi, di Kecamatan Kota Baru mengalami kerusakan berat, Walikota Jambi Syarif Fasha bergegas terjun ke lokasi pemblokiran untuk mendengarkan keluhan massa.

Sepengetahuannya, permasalahan tersebut sudah terjadi sangat lama. Sebelumnya di tahun 2014 lalu, warga juga pernah melakukan unjuk rasa ini.

“Pada saat itu pemerintah tidak bisa bersikap untuk membangun jalan, dikarenakan jalan tersebut merupakan areal Pertamina dan jalannya masih digunakan untuk angkutan alat-alat berat yang dimiliki Pertamina,” kata Fasha, Senin (17/4/2017).

Kepada pihak Pertamina, Fasha memberikan kesempatan selama satu minggu untuk memutuskan kesanggupannya.

“Saya berikan waktu satu minggu untuk memutuskan. Apakah Pertamina sanggup memperbaiki. Kalau masalah sanggup pasti mereka sanggup, tetapi ini bagaimana mekanisme penggarannya nanti,” jelasnya.

Jika nanti Pertamina tidak sanggup untuk melakukan perbaikan jalan tersebut dan menyerahkan kepada Pemkot Jambi, maka pemkot akan mengupayakan sebaik mungkin.

“Kalau sudah pemerintah yang membangun jalan tersebut, berarti tonase, kapasitas akan dibatasi. Mobil Pertamina akan dibolehkan masuk sesuai dengan tonase yang telah ditentukan, warga sendiri yang akan menjadi penjaga pembatasnya,” tegasnya.

Namun, bila seandainya, lanjut Fasha, pihak Pertamina sanggup untuk memperbaiki jalan tersebut, berarti kendaraan berat milik Pertamina akan tetap bisa beraktivitas di jalan.

Sebelumnya massa yang tergabung dari beberapa RT, yakni RT 43, 12, 13, 14, dan 1 Kenali Asam Bawah melakukan aksi demo menuntut perbaikan jalan yang saat ini kondisinya memprihatinkan akibat rusak parah.

Fikri Ketua RT 43 mengatakan, aksi ini sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap wilayah sendiri, dan jalan merupakan faktor utama yang menunjang perekonomian masyarakat. Seharusnya jalan ini mendapatkan perhatian yang serius, agar pertumbuhan ekonomi warga pun menjadi baik.

“Ini hanya bentuk kepedulian masyarakat sekitar, tidak adanya pengerahan massa dari pihak manapun, ini spontanitas. Intinya masyarakat ingin adanya perbaikan jalan oleh pihak terkait,” katanya.

Fikri yang juga tokoh masyarakat mengatakan, aksi demo ini karena warga merasa kesal, sebab pihak Pertamina terkesan membiarkan kondisi jalan yang rusak. Sudah sejak tahun 2013 lalu sampai sekarang belum diperbaiki.

“Oleh karena itu, warga berdemo dan memblokir jalan dengan kayu dan bambu. Kami sudah sering kirim proposal ke PT Pertamina untuk mohon perbaikan, tapi tidak pernah ada jawaban. Mereka saling lempar tanggung jawab,” imbuhnya.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply