Walikota Jambi Ingin Kaderisasi Atlet Tenis

Walikota Jambi, Syarif Fasha/ Foto: azi

Jambi, Kabarserasan.com—Walikota Jambi, Syarif Fasha ingin olahraga tenis lapangan berkembang di Jambi, bahkan menjadi olahraga berprestasi. Untuk itu, kata Fasha, pembibitan perlu dilakukan sejak dini.

Saat membuka secara resmi turnamen “Liga Tenis Junior Nasional Nassau Walikota Jambi 2017” di Lapangan Tenis Diknas Kota Jambi, Jumat (14/4/2017). Syarif Fasha mengatakan, turnamen seperti ini penting dilakukan, sebagai ajang evaluasi latihan selama ini.

“Dengan adanya turnamen ini, akan mengukur kemampuan seluruh peserta yang sudah latihan selama ini. Mampukah mengungguli atlet lainnya,” kata Fasha.

Hadir dalam acara ini, Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Refrizal dan Dandim 0415/Batanghari Letkol Denny Noviandi, Fasha menandai dimulainya turnamen ini dengan memukul bola tenis secara simbolis.

Yang sulit saat ini, lanjut Fasha, mencetak kaderisasi di setiap even. Namun kaderisasi tidak berjalan bila tidak ada turnamen.

Karena itu, Pemkot Jambi memfasilitasi turnamen ini agar bisa menciptakan prestasi ditingkat nasional.

Bagi Fasha, yang pernah bergelut di entertainment, pihaknya bukan hanya memberikan hiburan semata kepada masyarakat Kota Jambi, namun juga menggelar seni, budaya dan olahraga termasuk memberikan akhlak yang baik.

“Bagi yang menang jangan bangga, yang kalah jangan berkecil hati. Semua itu ada proses. Kemenangan saat ini untuk modal selanjutnya diturnamen lainnya,” ujarnya.

Bagi para atlet, pesan Fasha, hargai semua keputusan wasit. Dan tetap bersikap sportif. “Jadilah terbaik dari yang terbaik dalam pertandingan imigrasi.”

Haryanto Ketua Panitia Pelaksana pertandingan ini, selain memanfaatkan libur panjang saat ini, PB Pelti Kota Jambi dapat penghargaan dan kepercayaan dari PB Pelti Pusat untuk mengadakan turnamen ini.

“Mereka menilai Kota Jambi konsen dalam menggelar even, khususnya olahraga tenis. Dan ini pertama kali digelar di luar Jawa dan pertama kali di Pulau Sumatera,” ungkapnya.

Liga tenis nasional tuk kategori junior ini diikuti oleh sekitar 150 peserta dari seluruh Indonesia dan paling banyak diikuti oleh peserta.

Sistim yang digunakan dalam pertandingan ini adalah sistem gugur. “Meski demikian, yang kalah tetap dapat poin. Karena ini pertandingan yang wajib diikuti, terutama yang punya peringkat,” tukas Hariyanto.

Kategori umur yang diikuti, meliputi 10 putra-putri, 12 putra-putri, serta kelompok 14, 16 dan 18 putra-putri.

“Dengan digelarnya turnamen nasional junior tenis ini bisa menghasilkan atlet-atlet berbakat bagi tingkat nasional yang berprestasi,” harap Haryanto. (azi)

Leave a Reply