Siswi SMA Diperkosa Empat Pria Secara Bergiliran Didepan Kekasihnya

Salah satu tersangka pemerkosa TS diamankan Polisi. Foto: Kabarserasan.com/Azhari

Kerinci, Kabarserasan.com — Malang benar nasib yang harus dialami siswi SMA di Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci, Jambi ini.

Bagaimana tidak, korban berinisial TS (17) warga Desa Koto Beringin Siulak Gedang, mengalami tragedi perkosaan yang dilakukan empat orang di bawah jembatan panjang di Desa Mudik Guguk, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci.

Ironisnya, korban mendapatkan perlakuan tidak senonoh tersebut dihadapan kekasihnya sendiri, tanpa bisa berbuat banyak.

Informasi yang berhasil dihimpun, empat pelaku yang tega menggilir TS yakni inisial SA (45), IM (22), RN (40), LT (40). Keempat pelaku tersebut merupakan warga Desa Talang Kemuning, Kecamatan Siulak, Kerinci.

Dari Empat pelaku, baru satu tersangka sudah diamankan petugas Polres Kerinci, yakni IM (22), sementara tiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran Sat Reskrim Polres Kerinci.

Kasat Reskrim Polres Kerinci Iptu Dedi Kurniawan, melalui Kanit Idik I Pidana Umum Reskrim Iptu Yudistira, membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Kejadian tersebut dari adanya laporan LD (31) Guru SMP, Desa Koto Beringin Siulak, dengan nomor Nomor LP/B-235/Iv/2017/Jambi/RES Kerinci,” ujar Yudistira, Rabu (5/4/2017).

Dia menjelaskan, kasus pemerkosaan tersebut bermula pada Minggu sore lalu, saat korban bersama pacarnya hendak pergi jalan-jalan ke Sungai Bermas.

Namun ditengah perjalanan hari hujan, dan akhirnya mereka berhenti di jembatan panjang di Desa Mudik Guguk, Siulak.

Setelah beberapa lama mengobrol di atas jembatan panjang siulak, tiba-tiba muncul empat pelaku dan langsung menyeret TS bersama pacarnya dibawah jembatan.

Setelah berada dibawah jembatan, korban dan pacarnya dipaksa untuk melakukan hubungan intim. Jika tidak menuruti, keempat pelaku mengancam akan membawa korban dan pacarnya dalam keadaan telanjang menuju rumah kades.

“Namun diwaktu itu korban dan pacarnya menolak. Akibatnya, keempat pelaku nekat melakukan pemerkosaan secara bergilir di depan pacarnya. Bahkan korban diminta juga melakukan oral seks terhadap keempat pelaku,” ungkap Yudistira.

Usai melakukan perbuatan bejatnya, kemudian keempat pelaku langsung melarikan diri dengan membawa kabur HP milik korban.

Mendapatkan kejadian tersebut, Senin kemarin korban bersama keluarganya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolres Kerinci. “Saat ini korban masih troma, makanya keluarganya yang melaporkan ke Polres. Dan kita telah melakukan visum,” jelasnya.

Berdasarkan laporan tersebut, tim Satreskrim Polres Kerinci pun melakukan pengejaran terhadap empat pelaku. “Yang baru diamankan baru satu pelaku berinisial IM pada Senin malam kemarin. Ia diamankan saat asik main biliyar di simpang goreng Desa Mudik Guguk, Siulak,” ujar Yudistira.

Atas perbuatannya, saat ini pelaku terjerat Pasal 7 6 D jo pasal 81 ayat 1 tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara mininal 5 tahun penjara, dan maksimal 15 tahun penjara.

IM kepada sejumlah media, mengaku menyesali atas perbuatan yang telah dilakukannya. Ia berkilah, diwaktu melakukan perbuatan bejat tersebut, ia berada dibawah ancaman rekannya SA dengan menggunakan pisau.

“Saya diwaktu itu pulang dari ladang, namun tiba-tiba disuruh ikut kebawah jembatan, dan dipaksa untuk pertama kali melakukan pemerkosaan. Saya tidak mau, karna diancam dengan pisau, saya takut, akhirnya saya lakukan juga,” kilah IM.

Bahkan sambung IM, ia juga diancam untuk membawa HP korban. Jika ada yang menelfon, IM diminta untuk tidak menyebut-nyebut nama SA. “Saya juga diancam, jika menyeret-nyeret nama SA maka hidup saya akan hancur,” ungkap.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply