Muara Enim akan Bangun 20 Instalasi Pengelolaan Air Limbah Komunal

Sekretaris PUPR Kabupaten Muara Enim Herly memberikan sambuta pada acara Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas IDB) yang dilangsungkan di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu Muara Enim.

Muara Enim, Kabarserasan.com  – Pada Tahun 2017 ini Dinas PUPR Muara Enim berencana membangun  Instalasi Pengelolaan Air Limbah Komunal di 20 titik lokasi yang tersebar di beberapa desa/kelurahan di wilayah Kabupaten Muara Enim.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR A Yani melalui Sekretarisnya Herly dalam acara Sosialisasi Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas IDB) yang berlangsung di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu Muara Enim, Rabu (22/3) sekitar pukul 10.00 wib.

“Saat ini fasilisator Sanmas IDB sedang melakukan survey kembali terhadap kesiapam masyarakat di lokasi sasaran program ini terkait dengan penyedian lahan dan kesungguhan masyarakat. Bila, masyarakat terdapat ada keberatan terhadap program ini maka akan dipindah alihkan ke lokasi lain,”terang Herly.

Diakui Herly, kegiatan pembangunan Instalasi Air limbah Komunal yang didanai bersumber dari IDB telah dialokasikan sejak Tahun 2014 sebanyak 6 unit dengan rincian sebagai berikut.

Pada tahun sebelumnya, yakni Tahun 2014, telah dilakukan perencanaan untuk Desa Keban Agung dan Desa tegal Rejo, kemudian tahun berikutnya, Tahun 2015 pelaksanaan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah Komunal di Desa Keban Agung dan Desa Tegal Rejo Kecamatan lawang Kidul sebanyak 2 unit.

Sedangkan Tahun 2016, pelaksanaan pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah Komunal sebanyak 4 unit di, Desa Kepur, Desa Karang Raja dusun III, Desa Karang Raja dusun V, dan Kelurahan Muara Enim.

Masih dikatakan Herly, sanitasi merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi keberlangsungan kehidupan manusia agar sehat dan berkualitas.

”  Sanitasi berasal berawal dari diri sendiri dan lingkungan. Kepadatan penduduk dan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan menyebabkan lingkungan kotor dan kumuh” jelasnya.

Menurut Herly,  ibu kota kecamatan/perkotaan merupakan wilayah yang pada penduduknya. ” Karena itu,  ibu kota kecamatan/perkotaan merupakan daerah sasaran sanitasi berbasis masyarakat yang didanai IDB ini,” terangnya.

Dia berharap sosialisasi yang diikuti, peserta terdiri dari camat, lurah, kades, Badan Permusyawaratan dan LPM desa/kelurahan, Badan Keswadayaan Masyarakat yang telah terbentuk pada progra, P2KP, dan Ibu-ibu ketua Tim PKK Kelurahan/desa, i dapat memberikan pemahaman tentang program Sanitasi Berbasis masyarakat yang bersumber dari islamic Development Bank (IDB).

Adapun lokasi pemembangunan 20 Instalasi Pengelolaan Air Limbah Komunal adalah Kelurahan Pasar II, Kelurahan Pasar III, Kelurahan Muara Enim, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Desa Lubuk Empelas, Kelurahan Air Lintang, Desa Kepur, Kelurahan Tanjung Enim,dan Desa Tanjung Raja, Desa Karang Raja, Desa Tegal Rejo, Desa Keban Agung, Desa Darmo, Desa Tanjung Jati, Desa Muara Gula Lama, dan Desa Muara Lawai.

Sementara itu, Drs Azmirin Zubaidi Staf Ahli Pembangunan Kabupaten Muara Enim yang membuka acara tersebut berharap seluruh komponen masyarakat baik Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, masyarakat dunia usaha dan fasilisator Sanimas IDB bersama-sama bergerak menuntaskan Sanitasi yang layak dan berkelanjutan melalui program-program dan kegiatan sehari-hari agar lingkungan bersih dan sehat.

Dia mengapresiasi slogan kegiatan ini yakni Sanitasi tuntas. “Artinya bukan amnesty pajak saja yang harus tuntas, tetapi juga seluruh kegiatan seperti sanitasi ini, karena sanitasi sangat relevan dengan visi dan misi Kabupaten Muara Enim yang SMAS,” ujarnya.

Pemerintah kabupaten Muara Enim menurutnya, sangat menyambut baik atas bantuan-bantuan yang telah diberikan oleh pemerintah pusat maupun provinsi Sumsel, untuk meningkatkan Sanitasi yang layak dan berkelanjutan di kabupaten Muara Enim seperti Instalasi Pembangunan Air Limbah yang di danai  IDB.

” Pembangunan sarana dan prasarana 3R, dan program lain sehingga akses Sanitasi di Kabupaten Muara Enim telah mencapai 75,36 persen di tahun 2016. Namun kita  tetap membutuhkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan Provinsi Sumsel guna mencapai 100 persen akses Sanitasi di Kabupaten Muara Enim,” kata dia.

Zubaidi menerangkan, Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanmas) bertujuan untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik secara individu maupun kelompok untuk berpartisipasi memecahkan berbagai permasalahan yang terkait program kegiatan kehidupan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Program Sanmas ini dilakukan dalam upaya pencapaian target akses universal (100-0-100) yaitu, Akses air bersih 100 persen, kawasan kumuh 0 persen dan akses Sanitasi 100 persen di Tahun 2019,” tutupnya.

Penulis: Khairul Amri
EditorL Amr

Leave a Reply