Kunjungi PALI Mendikbud Janji Bangun Dua Gedung Sekolah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy saat berada di TK Jaya Kusuma Talng Ubi. Foto: Kabarserasan.com/Hermansyah

PALI, Kabarserasan.com –  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof Dr Muhadjir Effendy meninjau persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), siswa di Bumi Serepat Serasan.

Dalam kunjungannya Mendikbud  didampingi Wakil Gubernur Sumsel Ir Ishak Mekki MM, Dirjen Kebudayan staf kementrian lainnya.

Di PALI Mendikbud mengunjungi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Unggulan dan Sekolah Menengah Atas Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Talang Ubi serta  Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Tanah Abang.

Dalam sambutannya Muhadjir Effendy mengatakan,  kunjungan langsung ke bumi serepat serasan hanya merespon keinginan Bupati, serta membantu 8 ribu sarana prasana sekolah.

” Kita akan beri bantuan meja dan kursi secara bertahap. Kemudian paling tidak akan dibangun dua gedung sekolah pada tahun 2018.  Sisanya berupa bantuan penambahan ruang kelas baru,”katanya Senin (20/03/2017).

Selain itu Mendikbud juga membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) secara simbolis serta mendeklarasikan UNBK.

“Bukan hanya memberikan bantuan sarana dan prasana saja, disini melalui program Presiden RI, Kementri langsung membagikan  sekaligus ,”ujarnya

Sementara Bupati  PALI Heri Amalindo menyampaikan, dalam persiapan untuk pelaksanaan  Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) masih  banyak kendala. Tetapi pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin agar pelaksanaan UNBK di Kabupaten PALI sukses dan lancar.

” Seperti apa yang telah disampaikan Bapak Menteri, walaupun anggaran terbatas namun Alhamdulilah tentunya kami ingin menyamai kabupaten lain yang sudah lama berdiri. Harapan kami, Bapak bisa membantu kami agar kami bisa ” berlari cepat, untuk pembagunan gedung SMK,, ” kata Heri.

Menurutnya Pali sudah menyiapkan tanah dan lokasinya, sementara  Kemendikbud menyiapkan anggaran pembangunannya.

Dia menambahkan pesan Presiden Joko Widodo, dana Kartu Indoesia Pintar (KIP) yang akan dicairkan nanti benar-benar digunakan untuk kepentingan belajar.

” Jangan sekali-kali digunakan untuk membeli hal-hal yang tidak berhubungan dengan pendidikan. Dana KIP untuk membantu siswa-siswi khususnya yang tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan sekolahnya. Rinciannya, SD 400 ribu, SMP 700 ribu dan SMA 1 Juta. Jika disalahgunakan KIP akan dicabut,” tegasnya.

Lanjut Heri,  Pemkab PALI sudah ada pembicaraan dengan Dirjen Pendidikan. “Ssetelah membangun infrastruktur, Insyaallah tahun 2019 anggaran sebesar 20 Persen untuk pendidikan akan segera kami realisasikan,” ujarnya.

Penulis: Hermansyah
Editor: Amr

Leave a Reply