Warga Kota Kualatungkal Kesulitan Mendapatkan Tanah Makam

TPU di Kuala Tungkal sudah penuh. Foto: Kabarserasan.com/Azhari

Jambi, Kabarserasan.com — Masyarakat Kota Kualatungkal, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Jambi mulai resah. Pasalnya, untuk memakamkan anggota keluarga yang meninggal mereka kesulitan mendapatkan lahan.

Warga terpaksa membeli lahan sendiri untuk digunakan sebagai tempat menguburkan jenazah keluarganya.

Kejadian ini dibenarkan Mardiansyah, warga Kota Kualatungkal, yang menyatakan, bahwa beberapa bulan lalu keluarganya ada yang meninggal dunia. Namun, ketika hendak dimakamkan, ternyata lokasi makam TPU Darussalam dilingkungannya sudah penuh.

Akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk membeli sepetak tanah khusus hanya untuk pemakaman itu saja.

“Kami terpaksa membeli tanah makam sendiri, karena kuburannya sudah penuh. Disini sudah tidak ada tanah pemakaman yang bisa digunakan,” kata Mardiansyah, Senin (20/3/2017).

Menurutnya, untuk mendapatkan seketika tanah di samping pemakaman, pihaknya harus melalui perundingan yang alot.

“Itupun dalam kondisi mendesak, maka pemilik tanah bersedia melepaskan tanahnya untuk dibeli dan dijadikan makam,” ujarnya.

Hal serupa juga dikeluhkan Suhairi yang tinggal disamping pemakaman tersebut mengaku jika dirinya dan istrinya juga telah membeli tanah pemakaman.

TPU Darussalam yang sudah ada sejak tahun 1926, kondisinya sudah penuh sejak 15 tahun lalu. “Makam ini sudah penuh sejak 15 tahun lalu. Bahkan aku sudah membeli tanah untuk makam aku sendiri sejak beberapa tahun lalu. Karena sudah tidak ada lagi tanah yang tersisa. Selain itu llokasinya dekat dengan rumahnya dan makam sanak keluarga yang lainnya,” katanya.

Untuk mendapatkan tanah ukuran makam sekitar 1 X 2 meter tersebut, harganya lumayan tinggi, yakni sebesar Rp. 2,5 juta. Uang itu sudah termasuk biaya tanah dan upah gali.

Sementara di TPU Jalan Kelapa Gading sangat memprihatinkan sekali. Bukan hanya sudah padat, namun kondisinya berlumpur dan berair.

“Jadi kemarin itu ada warga yang meninggal, saya melihat warga memakamkan jenazah di lokasi pemakaman yang berlumpur dan jauh ketengah. Karena lokasi dilihat sudah padat,” terangnya.

Kata dia, makam ini sendiri kondisi sudah penuh sejak tahun 1990. Namun, meski sudah penuh, tetapi masih banyak juga yang mau menguburkan jenazah keluarganya disana.

“Makam ini dulunya sungai. Tetapi kenyataanya sudah seperti ini. Bahkan sudah lama penuh, namun masih ada saja yang mau ngubur disini. Akhirnya ada juga yang tumpang tindih,” tutur Suhairi.

Wakil Bupati Tanjungjabung Barat Amir Sakib mengatakan, memang pemakaman umum Kuala Tungkal saat ini sudah hampir padat.

“Kita sudah berusaha dengan meminta kepada pihak pemerintahan. Mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan hingga ke RT agar memikirkan untuk menyediakan pemakaman umum,” ungkapnya.

Diakuinya, di dalam Kota Kualatungkal saat ini, lokasi pemakaman umumnya sudah sangat padat. Dan apabila ada masyarakat yang meninggal untuk dikuburkan, sangat sulit untuk mencarikan tempatnya.

“Saat ini belum ada lokasi yang akan kita buat untuk lahan pemakaman umum. Nanti akan kita sampaikan dahulu kepada bupati,” ujar Salib.

Pemkab, sambungnya, berencana akan mencari lokasi TPU yang sesuai supaya tidak jauh dari kota. Sebab orang yang mengantar pemakaman ini nantinya tidak terlalu jauh.

Dari beberapa makam yang ada di dalam Kota Kualatungkal, mulai dari TPU depan kantor Bupati Tanjungjabung Barat, TPU di belakang Hotel City, TPU dekat Mesjid Agung dan beberapa TPU lainnya, kondisinya memang sudah hampir penuh.

Bahkan, beberapa makam yang sudah penuh pun masih digunakan sehingga terjadi tumpang tindih saat menguburkan jenazah.

Warga berharap, persoalan TPU ini bisa segera diatasi pihak Pemkab Tanjungjabung Barat, terutama di lokasi tanah yang layak tidak berlumpur dan berair.
Penulis: Azhari
Editor: Amr

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here