Terbitkan Pergub Tentang Karhutla, Zola Dapat Dukungan Dubes Inggris

Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik bersama Gubernur Jambi Zumi Zola. foto: Kabarserasan.com/azhari

Jambi, Kabarserasan.com – Dubes Inggris untuk Indonesia Moazzam Malik sangat mendukung penuh Pemerintah Provinsi Jambi dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.

“Saya atas nama pemerintah Inggris sangat mendukung penuh kebijakan yang dilakukan Gubernur Jambi Zumi Zola dengan berani membuat Peraturan Gubernur tentang pencegahan dan pengendalian karhutla di Jambi,” tegas Malik, Senin (13/3/2017).

Baginya keselamatan bagi masyarakat Jambi itu jauh lebih penting. Masyarakat Jambi patut bersyukur memiliki pemimpin yang berani melarang terjadinya karhutla.

“Atas dasar itu, saya berminat datang ke Jambi, karena ada gubernur yang berani melarang karhutla. Ini adalah langkah penting bagi Provinsi Jambi,” ujar Malik dengan logat bahasa Indonesia yang sedikit terbata- bata.

Dalam pandangan Dubes Inggris ini, Karhutla tidak bisa dilarang dengan mudah, tapi perlu adanya peraturan yang tegas dan disesuaikan dengan keperluan masyarakat sekiranya.

Pasalnya, dampak terjadinya karhutla bisa menyebabkan kabut asap yang sangat besar. ” Pada tahun 2015 lalu sekitar 30 ribu masyarakat Jambi mengalami gangguan inspeksi saluran perang akut (ispa) terutama menyerang anak- anak,” beber Malik.

Menurutnya, karhutla dan kabut asap, tidak hanya berbahaya bagi masyarakat Indonesia saja, tapi masyarakat dunia.

“Indonesia punya peran penting dalam pencegahan dan pengendalian karhutla. Hutan Indonesia merupakan paru-paru dunia. Kalau rusak paru-parunya maka bisa bahaya dunia,” ungkapnya.

Kehadiran Dubes Inggris ke Jambi adalah menghadiri launching Peraturan Gubernur Jambi Nomor 31 tahun 2016 tentang petunjuk teknis pelaksanaan perda no 2 tahun 2016 tentang pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang digelar di dakwah satu hotel ternama di Kota Jambi oleh Gubernur Jambi Zumi Zola.

Selain memberikan dukungan, Malik juga berharap provinsi lain bisa membuat pergub yang sana soal karhutla.

Dia juga tidak menginginkan terjadi kebakaran hutan dan lahan lagi yang menyebabkan dampak asap sebab bisa merugikan semua pihak.

Dari itu, atas nama Pemerintah Inggris, Dia akan memberikan bantuan sebesar 3 poundsterling ke Pemerintah Provinsi Jambi untuk pencegahan dan penanggulangan karhutla di Jambi.

Baca Juga: Banjir Meluas, Zola Tinjau dan Beri Bantuan Korban Banjir

Gubernur Jambi Zumi Zola merasa senang dengan adanya bantuan tersebut. Baginya, dalam hal membuka kerjasama bisa dilakukan dengan siapa pun.

“Kerjasama ini ini terutama dalam pencegahan dan penanggulangan karhutla. Dan ini tentu sudah diketahui pemerintah pusat,” ungkapnya.

Gubernur juga berharap tahun ini tidak ada terjadi lagi kebakaran hutan dan kabut asap di Provinsi Jambi. Pasalnya kerugian karhutla tahun 2015 lalu mencapai Rp. 12 triliun.

“Selain itu, Presiden sudah menyampaikan dengan tegas, tahun 2017 ini adalah musim kemarau kering. Jadi jangan sampai terulang kembali.

Harapan serupa dilontarkan Dansatgas Karhutla Jambi Kolonel Inf Refrizal, jangan ada lagi terjadi kerugian yang lebih besar dari karhutla.

Karena itu, Refrizal, akan tetap melakukan koordinasi dengan semua pihak lain untuk menyamakan persepsi karhutla.

“Pencegahan dan pengendalian karhutla ini merupakan tanggungjawab bersama. Namun, saya memberikan tanggungjawab kepada daerah di kabupaten, terutama pihak perusahaan karena mempunyai kewajiban memiliki peralatan dan prosedur mengendalikan karhutla,” tandasnya.

Refrizal juga meminta bila terjadi titik api, agar satgas terdekat harus bergerak cepat memadamkan api agar jangan meluas ke wilayah sekitarnya.
Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply