Sekda Provinsi Jambi: Banyak Pejabat Kufur Nikmat

Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik

Jambi, Kabarserasan.com –  Sekda Provinsi Jambi Erwan Malik menilai masih adanya pejabat diberi kepercayaan kurang bersyukur, tapi malah kufur dan serakah.

“Banyak pejabat kufur nikmat. Bukannya malah bersyukur diberikan kepercayaan atasannya, eh malah dia serakah,” kata Erwan Malik saat meberikan arahan pada Diklat kepemimpinan tingkat III angakatan ke VII Provinsi Jambi tahun 2017 Di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jambi, di kawasan Kotabaru, Kota Jambi.

Dalam pandangannya, para pejabat tersebut, tidak yakin pada kemampuannya. Tidak percaya pada adanya tuhan yang mengatur segalanya.

“Jika mau karirnya maju, ya harus pindah-pindah tugasnya. Biar bertambah wawasan. Sebaiknya seorang ASN bisa dan mampu bekerja di instansi mana saja sesuai yang ditugaskan atasan, bukannya marah kepada atasannya,” ungkap Erwan.

Seperti yang terjadi saat ada pergantian 31 SKPD termasuk Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi di Provinsi Jambi.

Menurutnya, saat ini ada sistem lelang jabatan. Semua itu sudah melalui kompetensi. “Masak ada kepala SKPD tidak bisa membuat visi misi tugasnya di instansi yang dipimpinnya. Sudah itu bisanya menjiplak. Kan ironis,” tuturnya.

Di setiap pembuatan visi misi atau lainnya, lanjut Erwan, tentu sudah ada aturan SOP-nya. Ada pembimbingnya, “jangan malu bertanya. Buat apa adanya, jangan mengada-ngada.”

Dia juga mengaku belum lama ini ada pejabat yang kena nonjob mengadap dirinya. “Sudah tu ada pejabat yang di nonjobkan mengadu ke saya menanyakan kesalahannya apa? Kok bisa diberhentikan dari jabatannya!” ungkapnya.

Setelah diberikan bukti-bukti oleh Sekda, seperti rekaman CCTV saat ujian kompetisi baru mereka sadar kesalahannya apa yang diperbuat.

Pertama, sambung Erwan, buat visi misinya menjiplak dari buku. Kedua, saat diminta memaparkan visi misinya tidak ada yang menguasai. “Masak yang kayak begini dipertahankan pimpinan.”

Erwan juga menceritakan, ada lagi kelakuan pejabat yang minta tolong, agar posisinya tidak dipindahkan.  “Pokoknya tetap tugas disinilah. Mereka baru satu minggu sudah merengek dinonjobkan. Saya lebih tiga tahun nonjob,” bebernya.

Pola pikir demikian harus dirubah, lanjutnya, bila ada pimpinan memberhentikan kalian berarti kalian sudah tidak dipercaya lagi megang satu jabatan tersebut.

“Tapi bila diberhentikan kemudian dipindahkan tugaskan ke tempat lain, berarti kalian masih dipercaya pimpinan,” imbuhnya.

Begitu juga dengan dirinya yang sudah malang melintang bertugas di ASN. “Jangan khawatir tidak dapat rezeki. Semua sudah ada yang mengatur. Berdoa saja diberi yang terbaik,” saran Erwan.

Penulis: Azhari
Editor: Amr

Leave a Reply