Ombudsman Jambi: Standar Pelayanan RSUD Mattaher di Zona Merah

RSUD Mattaher Jambi. Kinerjanya di zona merah/ Foto: Azhari Sultan

Jambi, Kabarserasan.com—Polemik Sidak Gubernur Jambi Zumi Zola ke RSUD Raden Mattaher Jambi dan mendapati dokter dan perawat jaga sedang tidur, terus mendapatkan perhatian dan jadi perbincangan publik. Ketua Ombudsman Jambi, Taufik Yasak, menilai, kinerja RSUD Jambi itu memang masih jauh dari harapan.

Karena itu fakta yang ditemukan Gubernur Zumi Zola itu, menurut Taufik, perbaikan ke depannya tidak sebatas mengenakan sanksi pada dokter dan perawat jaga yang didapati lalai menjalankan tugas saat Sidak itu saja, tapi pembenahan dilakukan secara menyeluruh.

Ketua Ombudsman Jambi, Taufik Yasak
Ketua Ombudsman Jambi, Taufik Yasak

Karena dalam pandangannya, pembenahan rumah sakit plat merah ini, tidak saja soal dokter dan tenaga medis saja, melainkan sistemnya, untuk bagaimana mereka bekerja dengan baik serta mau disiplin.

“Bagaimana mau bekerja dengan baik dan profesional, kalau fasilitas yang ada di rumah sakit tidak dibenahi, seperti banyaknya pedagang yang masih berjualan di dalam rumah sakit,” kata Taufik, saat ditemui Kamis (26/01/2017).

Perbaikan pelayanan publik pun, lanjut Taufik, tidak hanya dilakukan Gubernur Zola saja, tapi seluruh kepala daerah di wilayah masing-masing.

“Kita minta agar kepala daerah, mulai gubernur, walikota dan bupati selalu memperhatikan hasil monitoring Ombudsman, karena standar pelayanan terhadap masyarakat dinilai masih zona merah (bernilai buruk),” tutur Taufik.

Di sisi lain, warga masyarakat pun harus meningkatkan kesadaran. Tidak hanya menuntut hak, tapi juga kewajiban untuk mematuhi aturan yang ditetapkan pihak rumah sakit. Masih banyak warga keluarga pasien yang tidak mematuhi jadwal besuk, sehingga mengganggu kenyamanan pasien dalam berobat.

Menurutnya, dengan kinerja buruk, cukup alas an bagi pihak pengambil keputusan untuk menerapkan “reward and punishment”. Karyawan yang berkinerja buruk tidak perlu diganti semua, karena yang masih bias diperbaiki sebaiknya diperbaiki, kecuali yang tidak bias dibina lagi, sebaiknya emmang diganti.

“Ganti manajemen yang lebih profesional tak kecuali di tingkat direksi. Tidak harus seluruhnya tenaga medis atau dokter diganti kecuali posisi direktur bidang medis dan perawatan,” paparnya.

Baginya, kalau management Rumah Sakit Raden Mattaher tidak mau berubah, percuma saja gubernur marah-marah. “Jadi capek bae gubernur marah-marah tapi pengelolaan dan pelayanan yang dilakukan manajemen masih seperti itu tidak berubah lebih baik,” tegas Taufik.

Terakhir, Taufik berharap, Sidak yang dilakukan Gubernur Zola sebaiknya diteruskan dan ditindaklanjuti. Agar tidak dikesankan sebagai aksi pencitraan dan menjaga posisi jabatan dan politis saja,” tandas Taufik. (azi)

Leave a Reply