Novita Hotel Minta Maaf Kepada Umat Islam

GM Novita Hotel, Husairi menyampaikan permintaan maaf

Jambi, Kabarserasan.com—Menyikapi kasus dugaan penistaan agama yang terjadi di Hotel Novita, Jumat malam lalu, Pemerintah Kota Jambi, Senin (26/12/2016) siang melakukan rapat membahas masalah itu bersama para tokoh agama, tokoh adat dan juga pimpinan Polri dan TNI di Kota Jambi.  Pihak Hotel Novita juga dihadirkan.

Usai rapat, disaksikan semua peserta rapat yang digelar di rumah dinas Walikota Jambi itu, General Manager Hotel Novita, Husairi menyampaikan permintaan maaf mereka kepada semua umat muslim.

Mengawali permintaan maafnya, Husairi menjelaskan bahwa munculnya ornament natal bertulis lafaz Allah yang ditemukan di hotel mereka Jumat malam, tanpa sepengetahuan pihaknya dan menyatakan sangat menyesalkan.

Pihaknya menduga, itu ulah seseorang atau pihak tertentu, yang dilakukan setelah Jumat petang, karena menurutnya, sebelum itu—saat ornament selesai dibuat, tulisan lafaz Allah itu tidak ada.

“Tanpa sepengatahuan kami telah ditambah atau diubah oknum tidak bertanggung jawab diperkirakan sore hari sekitar 16.30 sampai dengan 18.30,” kata Husairi

Namun demikian Husairi, atas nama managemen hotelnya, menyampaikan permohonan maaf kepada semua umat muslim. “Kami atas nama manajemen Hotel Novita memohon maaf sedalam-dalamnya. Kami sangat menyesalkan persitiwa ini. Jangankan untuk berbuat, terniat saja tiddak ada,” tambah Husairi, saat membacakan pernyataan sikap pihaknya.

Untuk selanjutnya, pihaknya menyerahkan masalah ini ke pihak berwajib. “Mendukung sepenuhnya pihak kepolisian dalam mengungkap oknum yang tidak bertanggungjawab dan menghukumnya sesuai hukum yang berlaku,” tutur Husairi, di hadapan semua yang hadir, termasuk Kapolresta Jambi dan Walikota Jambi Syarif Fasha.

Syarif Fasha sendiri menyatakan, sebagai muslim ia telah memberi maaf, dan berharap sikap sama dilakukan umat muslim di Kota Jambi, agar masalahnya tidak berlarut-larut dan kondisi Kota Jambi kembali normal. Namun Fasha mengingatkan, proses hukumnya tetap dilanjutkan dan menyerahkannya ke pihak kepolisian.

Sikap sama juga disampaikan Muhammad Taufik, Ketua DPD FPI Provinsi Jambi, “Jangan sampai mandek. Siapa tersangka harus didapat. Ini bukan saja surat Al Quran yang dinistakan, tapi yang menurunkan 30 jus Al Quran dihina dibuat sejajar dengan lantai hotel,” katanya.

Hal sama diungkapkan pemuka agama non muslim. Pendeta umat Kristen Gultom mengaku terkejut atas insiden tersebut. “Menyesalkan atas kejadian ini, dan sepakat diserahkan pada proses hukum,” katanya.

Dia juga sangat apresiasi dengan pihak hotel yang cepat meminta maaf sehingga tidak sampai bergejolak.

“Kota Jambi harus tetap aman dan tetap saling menghargai antar umat beragama,” harap Gultom. (azi)

Leave a Reply