Kedai Uncam-Uncam Cik Inda, Kulinernya Khas Muara Enim

Foto: Koleksi Kedai U2CI

Muara Enim, kabarserasan.com—Para pecinta kuliner di Kota Muara Enim, kini seperti menemukan tempat baru yang tepat untuk memenuhi harapan mereka, di Kedai Uncam-Uncam ala Cik Inda Uchie (Kedai UUCI). Tempatnya sederhana, di tengah perkampungan, bisa ngobrol santai dengan duduk lesehan, sambil menikmati aneka makanan yang cocok dengan selera mereka.

Dan makin asyiknya lagi, anda yang hobi berselancar di internet atau berkomunikasi lewat media sosial, bisa ber-gadget ria sepuasnya tanpa harus menghabiskan kuota paket handphone android anda, karena Septi Rosaria Inda, si pemilik kedai, menyediakan jaringan Wifi gratis yang bisa anda manfaatkan kapan pun anda mau. Wow

Foto: Kabarserasan.com
Foto: Kabarserasan.com

Tak heran, kedai ini sejak mulai dibuka—sekitar pukul 09.00 WIB pagi sampai pukul 18.00 WIB petang, selalu ramai didatangi pengunjung. Tak jarang, persediaan makanan yang disiapkan, sudah ludes sebelum waktu kedai ini tutup.

“Alhamdulillah, kedai ini selalu ramai didatangi pengunjung. Kami senang karena ternyata sajian aneka makanan yang kami sajikan, cocok dengan lidah mereka yang datang. Bagi kami, pelanggan adalah raja yang harus kami buat senang,”. ujar Inda, lajang anak ketiga dari tujuh bersaudara ini.

kedai-uncam-uncam-tempatnya-penggemar-kuliner

Berbisnis makanan, menurut gadis ini, sebenarnya bukan hal baru, karena sebelum serius buka kedai, ia memang hobi membuat makanan, dan sering menerima pesanan beberapa temannya secara online. Tapi karena saat itu ia masih berstatus karyawan di tempatnya bekerja, bisnis makanan masih ia jalani sebatas iseng.

“Dari dulu memang senang masak. hobi makan dan berburu kuliner—mencicipi masakan baru, kemudian iseng mencoba membuat sendiri lalu diposting di instagram dan path pribadi. Teman-teman kasih komentar, terus minta dibuatin, lalu kasih komentar enak. Lama kelamaan, teman-teman mendukung untuk buat kedai. Akhirnya ya memberanikan diri, dan ternyata dapat sambutan positif, ya alhamdulillah sampai seperti ini” kata Inda, menjelaskan kisah awal membuka kedai ini.

kedai-u2ci_menu

Inda ingat, makanan pertama yang ia jual—awalnya di kalangan terbatas, adalah makanan Model Segitige (makanan turunan pempek berkuah, berbentuk segi tiga yang ia kenal saat masih sekolah SD), dan Pempek Panggang.

inda-pemilik-kedai-uncam2-cin-inda-uchie

“Saat diposting di path, dalam waktu singkat, banyak yang nge-like, wah senangnya. Tapi sampai di situ penjualan masih online dengan sistem open list order dan deliveri order,. Saya pun makin bersemangat dan tersadar, ternyata hobi saya bias menghasilkan uang,” kata Inda mengenang awal usaha kulinernya.

Sebulan berjalan, Inda melanjutkan kisahnya, dengan hanya dua jenis makanan dan penjualan masih lewat online, ia pun mulai berkreasi dengan menciptakan menu baru yang ia beri nama “Mie Agak Igik”, sebuah nama yang ia adopsi dari istilah “slank” warga asli Muara Enim.

Dan selanjutnya, berkat masukan Ely Martina, seniornya yang ia akui banyak membantunya, Inda mendapatkan kata “Uncam-Uncam” (dalam bahasa lokal berarti campur-campur), yang kemudian ia jadikan nama label usahanya “Kedai Uncam Uncam Ala Cik Inda Uchie”

“Pertimbangan menggunakan nama itu, antara lain ada unsur khas menu makanan yang saya sajikan, nama daerah yang saya usung, bahasa daerah yang saya utamakan dan nama saya sebagai chef sekaligus owner usaha ini” kata Inda menjelaskan.

Menu di Kedai Uncam-Uncam
Menu di Kedai Uncam-Uncam

Maka berkembanglah usaha kedainya, dengan sajian aneka makanan dan memakai nama berciri daerah asli Muara Enim. Sebut saja, Mie Tekewer, Mie Dower—yang ia ciptakan khusus bagi pecinta mie dengan rasa pedas dalam berbagai level (Inda mengklaim, dua menu mie buatannya ini, sejak pertama kedainya dibuka sampai kini, paling banyak diminati).

kedai-u2ci_menu2Lalu ada lagi, Mie Celantum, Mie Asy Geboy, Model Gendum Celabam, Lenggang Lenggox, Kemplang Bedempang, Otak-Otak Sagu, Pempek Isi Ubi, dan aneka rasa kudapan pisang goreng dan minuman segar yang siap menemani makanan yang dipesan.

“Awal merintis bisnis ini banyak sekali tantangannya. Mulai dari bermunculannya usaha yang sejenis sampai sikap sinis orang-orang yang semula meragukan kemampuan dan keseriusan saya menekuni bisnis ini. Tapi semua saya hadapi dengan tekad kuat, dan berkat dukungan keluarga, kerabat dan teman-teman dekat, semua halangan itu sudah berlalu dan ibarat ujian, saya sudah lulus” kata Inda sambil tersenyum.

Salah satu kiatnya, selain menggunakan kekuatan jaringan dalam memasarkan bisnisnya, ia mengutakan kepuasan “penikmat” (sebutannya kepada pelanggan). Ia berusaha menciptkan suasana nyaman, mulai dari penataan tempat (ia sengaja mengecat kedainya dengan warna pink ungu) dan memilih tagline “Harga Standar Rasa Optimal”.

Berapa omzet dan keuntungan per hari? Gadis ini hanya tersenyum, tak mau menjawab. “Ada deh, jangan disebut itu rahasia perusahaan. Yang jelas, hari Sabtu dan Minggu, paling ramai dibanding hari lainnya” ujarnya singkat

Kedai Uncam-Uncam ala Indah Uchie, adalah contoh usaha berkelas UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) berbasis kuliner, yang patut menjadi contoh dan menginspirasi, siapa pun yang ingin merintis usaha.

Banyak pelajaran yang bias dipetik dari perjalanan dan kesuksesan gadis yang kini bias disebut sebagai pengusaha sukses ini. Tak pernah terbayang, usaha kerasnya akan mendapat sambutan luas masyarakat, dari kelas bawah hingga menengah bahkan kelas atas.

kedai-u2ci_logo

Shienta Paramitha (isteri Bupati Muara Enim), Rita Kamalia (Direktur Akademi Kebidanan Muara Enim), Ganef Asmara (mantan anggota DPRD dan kini Ketua DPD PAN Muara Enim), adalah nama-nama beken di Kabupaten Muara Enim yang beberapa kali sengaja datang untuk menikmati aneka makanan di kedai ini. (Junel)

Leave a Reply