Sengketa Lahan, Ribuan Warga di Lampung Turun ke Jalan

Ribuan warga berunjuk rasa/ Foto. tribunnews.com

Bandarlampung, Kabarserasan.com—Sekitar seribuan orang warga di Kota Bandarlampung, Lampung, Kamis (24/24/11/2016) pagi turun ke jalan menuntut hak kepemilikan atas tanah di lahan Way Dadi yang rencananya akan dilelang Pemerintah Provinsi Lampung.

Keruan saja, aksi warga dari tiga kelurahan di Jalan Sumatera ini menimbulkan kemacetan lalu lintas, bahkan kemacetan itu mencapai sekitar satu kilometer, baik dari arah Kawasan Panjang mau pun dari arah sebaliknya, Rajabasa.

Warga tiga kelurahan—Kelurahan Korpri Jaya, Way Dadi dan Kelurahan Way Dadi Baru ini, menolak rencana lelang tersebut, sebelum Pemprov Lampung memberikan kesempatan kepada mereka yang selama berpuluh tahun menempati lahan itu, untuk meningkatkan status HGB (Hak Guna Bangunan) menjadi Hak Milik.

Saat ini, di areal seluas 300 hektar yang termasuk wilayah dua kecamatan, Kecamatan Way Halim dan Kecamatan Sukarame itu, telah berdiri ratusan rumah warga, dengan status HGB yanghak kepemilikan kepada mereka yang selama ini menempati lahan tersebut.

Warga mengaku, mereka sudah berkali-kali minta pemerintah memberi kesempatan meningkatkan status kepemilikan lahan tempat tinggal mereka tersebut tapi tidak pernah dipenuhi.

“Sekarang ini di areal itu sudah ada ribuan bangunan rumah karena posisinya memang sudah di perkotaan. Rencananya itu akan dilelaang pemerintah provinsi, ya kami sebagai warga yang selama ini di sana minta keadilan” kata Darwis Fauzi, koordinator demo warga.

Meski turun dengan jumlah banyak dan sempat memacetkan lalu lintas, tapi aksi demo berjalan tertib hingga warga membubarkan diri. Waega mengaku akan kembali turun ke jalan, sampai aspirasi mereka didengarkan Pemerintah Provinsi lampung. (ano)

Leave a Reply