Direktur Produksi PTBA Joko Pramono: Aktivitas Tambang Harus Berwawasan Lingkungan

Direktur Produksi PTBA Joko Pramono pada acara ramah tamah manjemen PTBA dengan media di Residence Halls Tanjung Enim Kamis (23/11/2016) malam.foto: KSC/amr

Tanjung Enim, Kabarserasan.com – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengedepankan konsep People, Planet dan Provit dalam melaksanakan operasional tambangnya.

Direktur Produksi PTBA mengatakan, aktivitas tambang pasti akan bersinggungan dengan masyarakat dan lingkungan. Karena itu, PTBA selalu mereklamasi seteleh eksploitasi selesai.

Sejalan dengan Perda no 4 tahub 2004 Kabupaten Muara Enim, PTBA akan menyulap lubang-lubang bekas tambang diarea dengan luas 5.394 hektar, meliputi 3.350,5 hektar tambang Air Laya dan 2.044,1 hektar di bekas tambang Banko Barat menjadi Taman Hutan Raya (Tahura).

” Rencananya, Tahura Enim yang terdiri dari bumi perkemahan dan hutan wisata itu akan dapat dinikmati tahun 2043,” jelas Joko pada acara ramah tamah manjemen PTBA dengan media di Residence Halls Tanjung Enim, Kamis (23/11/2016) malam.

Menurut Joko reklamasi yang dilakukan PT Bukit Asam (Persero) Tbk membuktikan, kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan bisa diminimalkan selama perusahaan memiliki niat dan kemauan.

” Segala¬† sesuatu itu tergantung dengan niat. Kalau niatnya baik, Inshaa Allah akan berujung kebaikan juga,” ujarnya.

PTBA sendiri, lanjutnya, selalu mengedepankan lingkungan dalam aktivitas penambangannya. Ini dibuktikan, PTBA tiga tahun berturut meraih penghargaan Proper Emas. Penghargaan ini didapat karena PTBA dinlai perusahaan yang sangat peduli lingkungan.

Joko menuturkan, masa depan industri pertambangan tergantung dari warisan yang ditinggalkannya. Penutupan tambang yang buruk atau bahkan ditelantarkan akan menyebabkan masalah warisan yang sulit bagi pemerintah, masyarakat, perusahaan dan pada akhirnya akan merusak citra industri pertambangan secara keseluruhan.

”¬† Karena itu, pertambangan yang baik harus menerapkan prinsip-prinsip reklamasi dan pasca tambang dari sisi lingkungan hidup serta konservasi,” tutur Joko.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

Leave a Reply