Pasutri Bos Pakan Ikan Tewas Di Tangan OTK

Jambi, kabarserasan.com– Warga Jambi Luar Kota (Jaluko) di Jalan Lintas Timur Sumatera, Mendalao Darat, Kabupaten Muarojambi, Jambi, tepatnya di gerbang perbatasan Kota Jambi dan Muarojambi, Minggu (20/11/2016) digegerkan dengan penemuan jasad pasangan suami istri (pasutri) bernama Muhammad Nazir Al-Jupri (50) dan Sumiah (45).
Keduanya ditemukan di dalam ruko yang dihuninya dan juga dijadikan sebagai tempat usaha penjualan pakan ikan (pelet).

Diduga keduanya menjadi korban pembunuhan oleh orang tidak dikenal (OTK). Jenasah pasutri tersebut pertama kali ditemukan oleh Misdi, orang kepercayaan korban. Saat ditemukan,  jasad sang suami yang akrab disapa Aji ditemukan tergeletak tak bernyawa di atas kasur dalam kamar di lantai dua ruko.

Saat ditemukan kondisi pria ini hanya mengenakan celana dalam, dengan kondisional bersimbah darah dan kepala pecah dibagian kiri belakang.

Sementara sang istri, sudah tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah dangan luka sobekan di leher sebelah kiri dilantai dasar tepatnya diruangan tempat penyimpanan pakan Ikan dengan posisi miring tertekuk mengenakan daster bewarna putih.

“Saya rencana mau ambil kunci mobil, pas saya datang pintu belakang sudah terbuka dan melihat ibu dan bapak sudah tidak bernyawa lagi. Terus saya langsung menghubungi polisi,” ujar Misdi.

Kejadian juga diwarnai histeris, ketika anggota keluarga tiba di TKP. Salah seorang keluaraga yang diketahui bernama Fendi tampak berteriak dan menangis lalu terkulai jatuh pingsan.

“Sudah Fen, sabar kita serahkan saja sama yang berwajib. Biarlah polisi yang mengurusnya,” ujar seorang keluarga lainnya menenangkan.
Polisi yang datang ke TKP langsung menggelar olah perkara dan memasang garis polisi.

“Kita belum mengetahui pasti motifnya. Semua masih dalam penyelidikan petugas Inavis Polres dan Polda Jambi,” kata Kapolsek Jaluko Al Hajat.

Menurutnya, dugaan adanya perampasan juga belum kita pastikan, namun dua HP milik korban hilang. Padahal pintu ruko tidak ada yang nampak rusak,” jelasnya.

Saat ini petugas masih mengumpulkan barang bukti. Namun, dalam melakukan aksinya, pelaku terlihat menghilangkan jejak dengan mengambil reciver dari CCTV milik korban.

Guna penyelidikan lebih lanjut, kedua jenazah pasutri tersebut dibawa petugas ke RSU Raden Mattaher untuk divisum. (azi)

Leave a Reply