Ketua DPRD Muara Enim: Investor Harus Untungkan Rakyat Lokal

Sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Muara Enim memaksimalkan manfaat kekayaan potensi yang dimiliki, dengan mengundang sebanyak mungkin kalangan pemilik (investor) untuk membuka usaha di daerah ini, Ketua DPRD Muara Enim, Aries HB menyatakan akan mendukung.

Karena disadarinya, kekayaan potensi yang dimiliki Kabupaten Muara Enim, sejauh ini masih belum banyak digali dan dimaksimalkan manfaatnya. Untuk itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah dan kalagan pelaku usaha itu untuk bersama mengelolanya.

” Pada intinya kita sejalan dengan pihak eksekutif dalam menerapkan kebijakan tersebut. Karena tujuan kita sama yakni mensejahtekan masyarakat. Contohnya soal perizinan dan restribusi di dalam pengembangan industi dan energi, semuanya kta tujukan untuk kesejahteraan masyarakat di Bumi Serasan Sekundang,” kata Aries menjelaskan

Sektor industri diakuinya, memang menjadi pilihan tepat bagi Kabupaten Muara Enim untuk mendapatkan nilai tambah terhadap berbagai potensi itu, baik potensi sumber daya alam berupa minyak dan gas (migas) maupun nonmigas, begitu juga pada potensi alam berupa hasil pertanian, perkebunan sampai pariwisata.  .

Menurutnya, sejauh ini sudah banyak yang dilakukan pihak Pemkab Muara Enim dalam upaya memaksimalkan potensi daerah itu, dan sejauh dianggap rasional dan tidak melanggar aturan, DPRD Muara Enim selalu mendukung. Lahirnya sejumlah perusahaan, dari skala kecil sampai besar di Kabupaten Muara Enim, adalah bukti langkah maju yang sudah dicapai.

“Bahkan untuk komoditas kopi, Muara Enim sudah mempatenkan kopi asli dari daerah Semende. Artinya itu langkah awal yang tepat untuk bagaimana kopi daerah ini yang terkenal dengan cita rasanya yang tinggi itu, bisa dikemas menjadi sebuah industri. Tinggal kita mengupayakan agar industri kopi yang besar seperti kita inginkan itu benar-benar terwujud. Begitu juga di sektor lain” kata Aries, kepada Kabar Serasan yang menemui di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Karena itu, Aries kembali menegaskan, DPRD Muara Enim akan selalu mendukung langkah Pemkab Muara Enim atau pihak mana pun yang ingin memaksimalkan kekayaan potensi daerah ini, termasuk kemajuan di sektor perindustriannya. Sudah banyak kebijakan yang dibuat DPRD bersama Pemkab Muara Enim dalam upaya ke arah itu.

Aries mengakui dan sangat merasakan, dampak perekonomian yang harus dihadapi warga masyarakat di Kabupaten Muara Enim saat ini, akibat dari turunnya harga batubara, karet dan juga, sawit,yang  ketiganya justru merupakan komoditas andalan  bagi daerah ini. Repotnya lagi, situasi itu akibat faktor situasi pasar global, sehingga tidak banyak upaya yang bisa diperbuat untuk mengatasinya.

“Tapi jika kita berfikir positif, pasti ada hikmahnya. Menurut saya, hikmah terpenting dari keadaan itu adalah, bahwa kita harus kreatif.. Maksudnya, bagaimana agar kita tetap survive dalam keadaan itu, dengan mengambil cara lain dari  potensi yang sedang lesu itu. Misalnya, membuat aneka kerajinan. Ini saatnya kita mulai dengan berfikir seperti itu, dan saya yakin, jika usaha kerajinan maju dan berkembang, investor juga akan datang meliriknya” jelas Aries lagi.

Namun bicara tentang upaya mendatangkan investor ini, Aries memberi catatan khusus. Bahwa bagaimana pun besarnya keinginan daerah ini menghadirkan investor, tetap ada hal-hal yang harus diperhatikan.

pencari-kerja

“Pertama, kehadiran investor itu tidak boleh merugikan msyarakat sekitarnya. Kedua, tidak merusak lingkungan. Ketiga, harus memberi nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan rakyat dan pendapatan daerah ini. Dan keempat, sejalan dengan arah dan kebijakan pembangunan serta tidak  bertentangan dengan aturan  dan peundang-undangan yang berlaku” kata Aris menegaskan.

Hal itu, lanjutnya, perlu diperhatikan betul oleh investor, sebab jika tidak akan berpotensi memunculkan konflik, baik bersifat vertikal maupun horizontal dalam bentuk keresahan masyarakat.

“Sudah banyak contoh terjadinya pergesekan kepeningan antara masyarakat dengan perusahaan yang ingin membuka usahanya di sini. Sejauh ini alhamdulillah, itu bisa kita selesaikan dan DPRD akan selalu hadir mendampingi rakyat untuk menyelesaikan hal-hal seperti itu” kata Aries.

Beberapa waktu lalu, pihak PT Perkebunan Nasional (PT PN VII) Distrik Kabupaten Muara Enim menyampaikan keinginan untuk mengalihkan lahan karet menjadi lahan tebu. Menurut
Aries, niat perushaan plat merah itu bisa saja dilakukan, sejauh telah melalui kajian mendalam dan tidak berimbas pada terganggunya kepentingan masyarakat sekitar, terutama mereka yang selama ini menggantungkan perekonomian keluarganya dari usaha perusahaan ini.

“Kalau kita lihat masalah ini tidak ada imbasnya secara langsng., bahkan menurut masyarakat setempat itu merupakan hak PT PN VII untuk  melakukan itu” ujarnya.

Artinya, menurut Aries, jika akan melaksanakan rencana tersebut, PT PN VII mesti mengurus lagi perizinan usaha barunya itu, dari izin usaha perkebunan karet ke izin usaha perkebunan tebu. Jika nanti ada hilirnya—dengan pendirian pabrik tebu, diharapkan ada tenaga kerja lokal yang terserap, terutama warga masyarakat yang semula hidup dari perkebunan karet.

Dengan semua arah dan kebijakan seperti itu, Aries berharap kemajuan pembangunan—termasuk di bidang industri, yang dicapai Kabupaten Muara Enim, beriring sejalan dengan peningkatan kesejahteraan yang didapat masyarakat di daerah ini. (amri)

Leave a Reply