Bom Molotov Meledak di samarinda, Empat Balita Terluka

Foto: infounik.net

Samarinda, Kabarserasan.com—Ledakan terjadi di depan Gereja Oikumene di Loa Janan Ilir, Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (13/11/2016) siang sekitar pukul 10.30 Wita., saat jemaat gereja itu sedang beribadah.

Dari sejumlah sumber diperoleh informasi, Ledakan yang belakangan diketahui dari bom molotov berdaya ledak rendah (low explosive) itu sengaja dilempar di dekat areal parker gereja, di mana sedang terdapat sejumlah orang dan parker kendaraan motor.

Empat orang dilaporkan mengalami luka, semuanya balita. Selain itu, terdapat juga empat kendaraan motor yang diparkir di luar gereja hancur kena ledakan.  Polisi yang bekerja cepat,hanya dalam hitungan di bawah satu jam berhasil meringkus pelaku pelempar bom ini.

“Pelakunya sudah kita tangkap. Ada empat korban, salah satunya balita,” kata Kapolda Kaltim Irjen (Pol) Safaruddin kepada wartawan, yang meminta konfirmasinya.

Foto: pojoksulsel.com
Foto: pojoksulsel.com

Setelah memastikan semua korban luka dibawa ke rumah sakit, polisi lalu melakukan strelisasi dan olah tempat kejadian perkara.  Informasi dari Kapolres Samarinda Kombes Setyobudi Dwiputro, keempat korban masing-masing atas nama Anita Christabel (2), Alfarou Sinaga (4), Triniti Hutahaean (3) dan Intan Olivia Banjarnahor (3,5). Mereka dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi luka bakar.

Adapun pelaku yang berinisial J (32), begitu tertangkap langsung diperiksa. Belum diketahui apa motif pelaku melempar bom molotov saat jemaat baru saja usai melaksanakan ibadah.

J diketahui warga asal Kota Bogor, Jawa Barat dan selama satu tahu terakhir bekerja sebagai marbot (penjaga) masjid di Samarinda Seberang. Soal apakah J anggota organisasi tertentu atau memiliki jaringan dengan kelompok teroris, masih dipelajari polisi. “Jaringannya belum tahu, masih dalam pemeriksaan di Polsek Samarinda Seberang,” ujar Setyobudi

Beberapa saat setelah melemparkan bom molotov, lanjut Setyobudi, pelaku yang juga terluka, sempat melarikan diri ke Sungai Mahakam. Tetapi warga sekitar yang mengetahui hal itu langsung menangkapnya dan menyerahkannya ke Polsek Samarinda Seberang.

Sekitar tiga jam berselang dari kejadian, Kadiv Humas Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengkonfirmsi, pelaku Joh, alias Jo bin Muhammad Aceng Kurnia, terdata di kepolisian sebagai mantan narapidana, kasus  pelemparan bom Puspitek Serpong, Tangerang, dari kelompok Pepy Vernando.

“Setelah bebas (J) bergabung dengan kelompok JAD Kaltim dan mempunyai link dengan kelompok Anshori di Jatim yang sekarang ini masih di supervisi karena indikasi akan beli senjata api dari Filipina,” kata Boy menerangkan. (*)

 

 

 

Leave a Reply