Masyarakat Muara Enim Bakal Nikmati Jaringan Gas Kota

Wabup Nurul Aman SH didampingi Julius Kadin Pertambangan dan Energi, Konsultan Pertamina dan Camat Ujanmas saat acara sosialisasi pemasangan gaskota untuk Rumah tangga di Kabupaten Muara Enim yang di laksanakan di kantor Kecamatan Ujanmas, Kamis (3/11/2016).

Muara Enim, Kabarserasan.com – Wakil Bupati H Nurul Aman SH mengatakan, dalam waktu dekat Kecamatan Muara Enim dan Ujanmas akan menikmati jaringan gas kota.

” Rencana pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga ini pada tahap awal dimulai dari
Kecamatan ujan Mas dan Kecamatan Muara Enim, sebanyak 4000 sambungan rumah (SR). Selanjutnya akan dikembangkan ke Kecamatan Lawang Kidul,” kata Nurul saat acara sosialisasi pemasangan gas kota untuk Rumah tangga di Kabupaten Muara Enim yang di laksanakan di kantor Kecamatan Ujanmas, Kamis (3/11/2016).

Nurul menghimbau, bagi masyarakat yang ada di wilayah kecamatan Ujanmas yang belum mendapatkan sambungan pada tahap awal ini diharapkan bersabar. ” Ini baru tahap awal, saya harap masyarakat Ujanmas mendukung kegiatan ini, serta menciptakan suasana yang kondusif karena ada tahapan berikutnya,” harap Nurul.

Nurul mengungkapkan, pembangunan jaringan gas kota ini menggunakan dana APBN. ” Kalau dari dana APBD Kabupaten Muara Enim sangatlah sulit untuk dilakukan, karena biaya yang diperlukan sangat besar mencapai Rp 175 miliar. Namun, berkat perjuangan Pemerintah Kabupaten Muara Enin, hal ini apat dilaksanakan. Kita berharap program ini  dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim,” tuturnya.

Sementara konsultan jaringan Gas PT Pertamina Pramudito memaparkan,  pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Direktorat Jenderal minyak dan gas bumi Ditjen Migas menyusun road map pembangunan jaringan dan distribusi gas bumi untuk rumah tangga sebagai pedoman untuk merealisasikan program pembangunan jaringan gas bumi yang didanai oleh APBN.

” Setelah infrastruktur jaringan gas bumi untuk rumah tangga selesai dibangun, maka pengelolaan diserahkan kepada operator pihak swasta atau BUMD untuk dapat dikembangkan,” paparnya.

Lanjutnya, untuk mengurangi ketergantungan penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk rumah tangga dan beban subsidi BBM yang cukup besar, pemerintah melakukan program diversifikasi dan konservasi energi.

”  Program tersebut dimulai sejak tahun 2007 dengan melaksanakan kegiatan peralihan konversi minyak tanah ke elpiji 3 kilo dan mulai tahun 2009. Kemudian melaksanakan kegiatan pembangunan jaringan gas bumi untuk menyalurkan gas bumi ke rumah tangga di beberapa daerah yang dekat dengan sumber gas bumi,” jelasnya.

Pradito  menambahkan, gas bumi yang di salurkan ke rumah tangga adalah gas yang bumi yang diperoleh dari kegiatan penambangan. Gas yang dialirkan melalui pipa tidak seperti LNG dan CNG  atau gas bumi dengan proses dimanfaatkan elpiji gas bumi dengan proses dicairkan.

” Program pembangunan jaringan pipa gas bumi ini layak menjadi alternatif pemakaian energi
pengganti minyak tanah, karena antara lain gas bumi relatif aman, berat jenis gas bumi lebih
ringan dari berat jenis udara. Jika terjadi kebocoran gas bumi akan segera menguap ke atas
sehingga tidak memicu kebakaran, terangnya.

Hal ini berbeda dengan LPG yang dapat distribusikan sampai ke pelosok-pelosok. Gas bumi ini
dimanfaatkan untuk masyarakat luas namun terbatas pada masyarakat yang tinggal di wilayah yang dekat sumber gas.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Ace

Leave a Reply