Saham PTBA Melonjak 165,19 Persen

Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam 9persero) Tbk, Adib Ubaidilah Foto:KSC/Amr

Jakarta, Kabarserasan.com – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) berhasil mencatat kinerja keuangan yang cukup baik pada kuartal III 2016. Pada kinerja saham, PTBA menempati urutan kedua dalam besaran lonjakan saham di dalam Indeks Bisnis27 sebesar 165,19 persen.

Bahana Securities dan Reliance Sekuritas menilai bahwa PTBA merupakan emiten paling unggul dan memiliki pondasi kinerja yang paling kuat di antara seluruh emiten batu bara karena terdepan dalam proyek pembangkit listrik Indonesia dan memiliki neraca keuangan yang sehat.

Hal ini ditunjukkan dengan harga saham PTBA saat penutupan 30 September 2016 pada posisi Rp9.625 per saham dibanding harga saat pembukaan perdagangan 2016 pada 4 Januari lalu pada posisi Rp4.500 per saham.

Sekretaris Perusahaan PTBA Adib Ubaidillah, memaparkan, untuk periode Januari- September 2016, Perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp10,04 triliun atau sebesar 96 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp10,50 triliun.

” Penurunan ini berkaitan dengan belum membaiknya harga batu bara sebagaimana terlihat dari harga jual rata-rata tertimbang pada periode Januari-September 2016 sebesar Rp645,844 per ton atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2015, sebesar Rp712,099 per ton,” jelas Adib.

Ada pun harga jual rata-rata ekspor pada periode Januari-September 2016 sebesar USD51,75 per ton atau lebih rendah dari harga pada periode yang sama tahun 2015 sebesar USD60,81 per ton.

Untuk produksi dan pembelian batu bara pada periode Januari-September 2016 tercapai 14,02 juta ton atau sebesar 92 persen dibandingkan tahun 2015 sebesar 15,26 juta ton. ” Total produksi tercapai 12,98 juta ton atau 92 persen tahun 2015. Sedangkan pembelian batu bara tercapai 1,05 juta ton atau 88 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya,” paparnya.

Menurut Adib, penurunan produksi ini semata-mata dilakukan dalam rangka optimalisasi stok batu bara, baik itu di Tambang dan Pelabuhan.

Sementara untuk laba bersih, Perseroan berhasil mengantongi sebesar Rp1,06 triliun, sedangkan tahun sebelumnya laba bersih yang tercatat sebesar Rp1,50 triliun. Dari sisi margin, Perseroan mencatatkan Gross Profit Margin (GPM) sebesar 24,35 persen, Operating Profit Margin (OPM) sebesar 12,31 persen, dan Net Profit Margin (NPM) sebesar 10,51 persen.

Berdasarkan jumlah saham beredar yang telah dikurangi Treasury Stock, Perseroan membukukan laba per lembar sebesar Rp486. Perseroan juga membukukan total aset konsolidasian per 30 September 2016 sebesar Rp17,25 triliun atau naik 6,7 persen dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar Rp16,16 triliun.

Volume Penjualan Naik

Sementara untuk penjualan, PTBA berhasil mencatat volume penjualan sebesar 15,14 juta ton atau naik 5,5 persen dari periode yang sama  tahun 2015 sebesar 14,35 juta ton. Kebijakan Perseroan yang memprioritaskan batu bara Medium Range Calories ini menyebabkan komposisi penjualan untuk pasar domestik mencapai 60,6 persen atau naik 23 persen dari 7,46 juta ton pada Kuartal III 2015 menjadi 9,18 juta ton pada periode yang sama tahun ini. Sementara untuk penjualan ekspor naik menjadi 39,4 persen atau menjadi 5,96 juta ton. Kenaikan volume penjualan ini berkontribusi terhadap perolehan pendapatan Perseroan sebesar Rp10,04 triliun.

Peningkatan volume penjualan ini tak lepas dari peningkatan angkutan kereta api batu bara dari lokasi tambang menuju pelabuhan pengiriman sebesar 6 persen atau menjadi 12,68 juta ton, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 11,94 juta ton.

Target Perseroan di Tahun 2016

Hingga periode akhir 2016, Perseroan menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan sebesar 23 juta ton atau naik sekitar 21 persen dari pencapaian 2015 sebesar 19,1 juta ton.

Sementara untuk pasar ekspor, Perseroan akan meningkatkan penjualan batubara medium range calorie untuk memenuhi permintaan pasar yang berasal dari Tiongkok, Taiwan, Jepang, Malaysia, India, dan vietnam, disamping memenuhi pasar-pasar baru yang potensial seperti Korea, Filipina, Bangladesh dan lainnya.

PTBA juga akan terus meningkatkan jumlah sumberdaya Perseroan yang ada saat ini sebesar 8,27 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 3,33 miliar ton.

Untuk angkutan batubara dengan Kereta API-PT KAI juga akan ditingkatkan sekitar 21 persen. Target kenaikan angkutan KA di tahun 2016 ini didukung oleh lokomotif dan gerbong tambahan yang telah beroperasi secara penuh, serta selesainya jalur double track dari lintasan Prabumulih-Tanjung Enim. Pertambahan jalur-jalur persilangan KA ini merupakan upaya meningkatkan jumlah angkutan dan sekaligus mengurangi waktu tempuh. (Amr)

Leave a Reply