Gubernur Zumi Zola ke Lokasi Penambang Tertimbun

Foto: Dok. Humas Pemprov. Jambi

Jambi, Kabarserasan.com–Satu persatu pejabat di Provinsi Jambi meninjau tim gabungan evakuasi korban penambangan emas tanpa ijin (Peti) di Renahpembarap, Kabupaten Merangin, Jambi yang terjadi pada enam hari lalu.

Setelah Danrem 042/Garuda Putih Kolonel Inf Refrizal dan Wakapolda Jambi Kombespol Nugroho Aji, Sabtu (29/10/2016) siang giliran Gubernur Jambi Zumi Zola mendatangi lokasi musibah.

Didampingi Bupati Merangin Al Haris, Gubernur Zola memantau langsung evakuasi korban. Terkadang Dia bertanya kepada anggota tim evakuasi dari Brimob Kompol Asep.

Meski sudah berusaha semaksimal mungkin dengan mengerahkan 13 alat pompa air untuk menyedot air yang masuk ke lobang jarum di mana korban tertimbun, namum petugas gabungan masih kesulitan mengevakuasi ke-11 korban Peti.

Dalam keprihatinan atas musibah tersebut, Gubernur Zola meminta kepada warga korban selalu berdoa agar proses evakuasi bisa berjalan lancar dan berhasil.

“Saya geram dengan semua para pendompleng yang mengatasnamakan masyarakat. Mereka tidak mungkin dengan mudah membeli alat berat. Coba lihat alat berat itu berapa harganya, sudah pasti ada cukong yang membelikannya,” katanya dengan nada meninggi.

Menurutnya, lebih baik masyarakat beralih profesi yang tidak mengandung resiko tinggi. “Sekali lagi saya jelaskan masyarakat mau bibit apa saja kita bantu. Usulkan saja ke pemerintah daerah setempat atau provinsi. Pasti kita bantu. Asalkan jangan terlibat di Peti lagi,” jelas Zola.

Aktivitas Peti ini sudah banyak merengut nyawa pelakunya, namun hal itu tidak bikin jera pelakunya. Padahal, Pemerintah Provinsi Jambi berserta Polda, TNI dan Pemerintah Kabupaten berserta unsur terkait terus berupaya melakukan pencegahan dan melarang bahayanya Peti, tapi kenyataan dilapangan terus ada yang beroperasi.

“Beberapa waktu lalu kita sudah tangkap satu alat berat, tapi timbul lima, ditangkap lima timbul 10. Berarti sudah pasti ada yang memodalkannyan sehingga sudah ratusan alat berat yang tersebar beroperasi di tiga kabupaten, yakni Merangin, Sarolangun dan Bungo,” ungkap Gubernur kesal.

Atas musibah daerah ini, pada awal pekan lalu pihaknya sudah melaporkan ke Kapolri dan menteri terkait untuk dapat mencarikan solusi.

Sebelumnya juga pemerintah sudah melarang untuk tidak melakukan aktivitas Peti secara terus menerus karena akan berakibat merusak lingkungan, air tercemar dan mempunyai resiko korban jiwa.

“Bagi penambang tradisional nanti akan kita buat aturannya, jangan merusak lingkungan, serta jaga keselamatan kita juga orang lain,” sambung Zola.

Lamanya evakuasi terhadap kesebelas korban, menurut Gubernur karena terowongan yang dilalui para pekerja Peti itu cukup sempit dan hanya bisa dilalui satu orang saja ditambah adanya air hujan yang masuk ke lobang jarum.

“Untuk itu kita terus berusaha dengan opsi-opsi lain, kemungkinan di seberang sungai akan digali dengan menggunakan alat berat, sekarang alat beratnya sudah menuju ke lokasi,” jelas Zola.

Warga berharap tim gabungan TNI, Polri, Basarnas dan BPBD bisa menemukan jenazah korban Peti hingga waktu yang tidak ditentukan. (azi)

Leave a Reply