Banjir Bandang Landa Sarolangun, Satu Orang Warga Hilang

Sarolangun,Kabarserasan.com—Penambangan emas tanpa ijin (Peti) terbukti membawa bencana bagi kelestarian lingkungan di sejumlah wilayah di Provinsi Jambi. Tak hanya di Kabupaten Merangin, kini musibah banjir harus dihadapi masyarakat di Kabupaten Sarolangun, dalam bentuk banjir bandang.

Dua desa di Kecamatan Batangasai, kini digenangi banjir bandang sejak Kamis dini hari, dan mengancam keselamatan warga, karena banjir merendam kawasan pemukiman warga setempat.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jambi, banjir tidak hanya merusak termpat tinggal warga tapi juga lahan sawah dan peternakan. Bahkan seorang  warga—seorang pria, dikabarkan  hilang dan sampai Kamis siang belum ditemukan.

Menurut Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Jambi Dalmanto, peristiwa banjir bandang itu berlangsung cepat di saat warga sedang tidur. Akibatnya, banyak warga yang dibuat panik dan tak sempat menyelamatkan barang berharga, seperti barang-barang elektronik yang kemudian jadi rusak terendam air.

“Diduga banjir bandang tersebut selain diakibatkan curah hujan yang tinggi juga diakibatkan aliran sungai yang rusak akibat aktivitas penambangan emas tanpa ijin (Peti),” ujar Dalmanto.

Dua desa yang mengalami kerusakan parah di Kecamatan Batangasai, yakni Desa Bukit Berantai dan . Desa Simpang Narso, dengan sedikitnya 60 unit rumah warga terendam, fasilitas umum rusak, hewan ternak banyak yang mati dan teputusnya transportsi akibat tanah longsor di beberapa jalan utama

“Saat ini petugas BPBD, TNI dan Polri dibantu warga setempat sedang bergotong royong membantu membenahi kerusakan rumah warga yang menjadi korban banjir bandang ini,” Dalmanto menjelaskan. (azi)

Leave a Reply