Trailler Gandeng Bawa Traffo Rusak Infrastruktur di SDL

Kendaraan besar terhenti, lalu lintas warga desa teranganggu

Muara Enim, Kabarserasan.com – Kendaraan angkutan trailler gandeng mengangkut traffo yang melintas jalan lintas banyak merusak infrastruktur jalan yang dilewati kendaraan ini.

Dari pantauan dilapangan, Jum’at (22/10), kondisi trailler gandeng yang membawa traffo ini kembali terhenti di Desa Simpang Muara Danau. Sebelumnya di Desa Padang Bindu dan Desa Muara Dua trailler ini juga terhenti, sehingga warga desa mengalami kesulitan untuk melintas karena terhalang mobil besar ini.

Tak hanya itu, trailler ini juga merusak infrastruktur, seperti jalan dan saluran air dan gorong di Desa Muara Dua SDL.

Salah satu warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan SDL Ari (36) mempertanyakan pihak perusahaan trailler gandeng ini dalam mempersiapkan perjalanannya. ” Perlu di pertanyakan, perencanaan dalam membawa alat ini. Jika sudah direncanakan dengan baik, tentu kendaraan ini tidak akan merusak infratruktur dan menganggu masyarakat. Kalau sudah merusak seperti ini, bagaimana tanggung jawab perusahaan tersebut ,” kata Ari.

Ari berharap, pengiriman traffo dengan trailler gandeng ini tidak menganggu lalu lalangnya aktivitas masyarakat yang bisa melumpuhkan perekonomian masyarakat. ” Akses jalanan tertutup saat kendaraan ini terhenti karena kondisi jalan tidak memungkinkan. Apa lagi, kapasitas kendaraan ini melebihi daya tahan jalan yanga dilewati,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Semendo AKP Nusriwan SIk menyatakan, sebagai aparat pihaknya hanya melakukan pengamanan barang negara ini. Tanpa ada permintaan pihaknya akan melakukan pengamanan terhadap hal ini.

“Tugas kita mengamankan, karena barang ini merupakan milik negara,” ujar Nusriwan.

Terpisah, Camat SDL Fauzi S.Sos saat dikonfirmasi terkait masalah ini mengatakan, kondisi jalan rusak karena melintasnya kendaraan ini sudah diminta dengan tegas untuk diperbaiki. Dan, ia juga berharap agar kendaraan ini tidak menganggu jalan dan warga sekitar.

Ia juga meminta, agar pihak perusahaan tersebut, jangan asal melintas. Tetapi, harus di survey terlebih dahulu agar tidak merusak lebih banyak lagi infrastruktur yang akan dilewati. Dengan begitu, pengiriman traffo ini dapat sampai ketujuan.

“Memang kita tidak bisa halangi dalam hal ini, karen untuk kepentingan bersama. Namun, jangan sampai merusak dan menganggu masyarakat,” jelas Fuzi.

Sementara itu, dari pihak PT Trans Abadi Logistik Sunardi terkait masalah ini mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kades, camat, polsek dalam hal izin masuk dan numpang lewat namun hanya secara lisan.

“Saya disini cuma sebagai pembawa barang ini pak. Secara tertulis belum ada izin, hanya ada izin jalan dari pihak logistik pengiriman jalan,” jelasnya.

Ditambahkan Direktur PT TAL Kuswino, terkait adanya kerusakan infrastruktur ini, pihak perusahaan akan mengganti infrastruktur yang rusak tersebut.

“Kita akan turunkan orang untuk menghitung kerusakan infrastruktur yang rusak. Dan, pasti kita akan bertangung jawab,” tuturnya.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Ace

Leave a Reply