Ribuan Santri PAUD di Jambi Cetak Rekor Muri

Ribuan Santri PAUD di Kota Jambi. Foto Jambiupdate.co

Jambi, Kabarserasan–Bertempat di Taman Pedestrian Jomblo di depan Kantor Walikota Jambi, sekitar 4.150 orang anak-anak santri PAUD (pendidikan anak usia dini) terlibat dalam pergelaran massal busana mandiri, Senin (26/09/2016). Jumlah ini mencatat rekor sebagai acara dengan keterlibatan santri PAUD terbanyak versi Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan nomor urut rekor 7.599

Sertifikat rekor Muri diserahkan langsung oleh Deputy Manager Museum Rekor Dunia Indonesia, Damian Awan Raharjo. Kegiatan Busan Mandiri ini sendiri diinisiasi oleh Bunda PAUD Kota Jambi, Hj. Yuliana Fasha, yang melaksanakan kegiatan ini bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan perkumpulan PAUD se-Kota Jambi.

Untuk kegiatan ini, ribuan santri PAUD sejak Sabtu pagi sudah memadati pelataran Taman Pedestrian Jomblo, di depan Kantor Walikota Jambi. Mereka tampil dengan aneka busana seragam PAUD masing-masing.

Menurut Walikota Jambi Syarif Fasha, terlepas dari pemecahan rekor sebagai kegiatan PAUD dengan peserta terbanyak, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan sikap kemandirian dan keberanian pada anak-anak sejak usia dini.

“Anak-anak yang kita cintai ini adalah generasi cemerlang untuk masa depan. Mereka adalah harapan besar bangsa ini. Tumbuh kembang mereka harus kita persiapkan sejak dini. Salah satunya dengan sikap kemandirian. Semoga dimasa yang akan datang, mereka menjadi generasi penerus yang berakhlak dan memiliki kepribadian yang tangguh,” ujar Syarif Fasha.  .

Mencetak rekor, bukan kali ini saja ditorehkan anak-anak PAUD se-Kota Jambi. Pada tahun 2014 lalu, sekitar 5.000 anak mmencatat rekor sebagai kegiatan membatik massal terbanyak melibatkan anak-anak.. Begitupun di tahun 2015 saat kegiatan menggambar pada media celengan, yang melbatkan sekitar 3.500 anak

“Sebagai orangtua murid, kami bangga atas apa yang menjadi kegiatan walikota Jambi, karena bisa memotivasi anak sejak dini tuk selalu berkarya dan berkarya. Serta dapat melatih anak mengembangkan imajinasinya ke hal yang positif,” kata Meri, salah satu orangtua murid. (azi)

Leave a Reply