Masih Ada 22 Juta Penduduk Belum Miliki E-KTP

Foto: Kemendagri.go.id

Jakarta, Kabarserasan.com—Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menargetkan perekaman KTP Elektronik (e-KTP) sudah harus tuntas pada 30 September 2016 mendatang. Kemendagri mencatat, saat ini ada sekitar 22 Juta penduduk yang belum melakukan perekaman data e-KTP. Jumlah itu setara dengan 12 persen total penduduk Indonesia yang berhak menerima KTP, yang jumlah keseluruhan sebesar 183 juta.

Kepemilikan e-KTP, atau minimal melakukan perekaman data lebih dahulu sebelum 30 September 2016, sangat penting dilakukan semua warga negara Indonesia, karena terkait pelayanan publik. Karena mulai 1 Oktober 2016, pemerintah menetapkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dalam KTP menjadi prosedur baku dalam membrikan pelayanan publik kepada warga masyarakat.

Dirjen Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Arif Zudan Fakrulloh mengatakan, perekaman data e-KTP tidak harus dengan pengantar RT-RW atau datang ke kelurahan, tapi langsung ke kantor kecamatan atau ke Kantor Dukcapil di mana pun, tidak harus di wilayah domisilinya.

“Jika nantinya masyarakat masih belum memanfaatkan ini, maka akan dilakukan tindakan tegas. Kita akan menonaktifkan data penduduk yang belum merekam sampai dengan 30 September 2016, Sesuai Peraturaan Presiden Nomor 112/2012, KTP lama sudah tidak berlaku sejak 31 Desember 2014″ ujarnya, saat menjadi pembicara pada Rakernas Pencatatan Sipil 2016, Kamis (25/8).

Untuk mewujudkan target nasional itu,, Zudan mengaku sudah memerintahkan seluruh jajarannya di daerah untuk bekerja keras, dengan lebih aktif turun ke lapangan. Seluruh Kepaa Dinas Dukcapil juga diminta mengumumkan nomor telepon genggam yang dapat dihubungi masyarakat, agar pelayanan terkait administrasi kependudukan bisa lebih cepat dan mudah.

Selain langkah aktif aparatur, Zudan juga mengimbau sekitar 13 juta penduduk yang belum melakukan perekaman, dapat segera melakukannya di daerah masing-masing. Sehingga pelayanan bagi masyarakat nantinya dapat lebih baik.

“Prosedur perekaman sudah lebih mudah. Cukup datang ke dinas-dinas dukcapil dengan hanya membawa fotocopy kartu keluarga. Jadi tidak perlu lagi surat pengantar dari RT/RW, atau kelurahan/desa dan kecamatan,” ujar Zudan menambahkan.(Jun)

Leave a Reply