Ariq dan Esti Bangga Menjadi Anggota Paskibraka Muara Enim

Ariq pelajar dari  SMAN 1 Muara Enim sejak kecil mengaku ingin sekali menjadi anggota Paskibraka saat peringatan HUT Republik Indonesia. ” Alhamdulillah saya terpilih menjadi anggota Paskibraka Kabupaten Muara Enim angkatan 2016. Ini sanggat membanggakan, tidak hanya bagi saya pribadi tapi juga kedua orang tua saya,” kata  Ariq kepada Kabarserasan.com, (Senin 15/08/2016).

Ariq menilai tak mudah menjadi anggota paskibraka, karena harus melalui seleksi yang ketat dan persaingan sengit dengan ratusan pelajar lain dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Muara Enim. sebelum masuk karantina Paskibraka 2016. ” Dikarantina banyak yang kita dapat. Disini kita memupuk jiwa korsa, displin dak tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara Esti juga mengaku sangat bangga menjadi bagian paskibraka pada peringatan hari Kemerdekaan. ” Bangga sekali kak, karena berada disini (karantian paskibraka) bukan hal yang mudah,” kata Esti dengan nada bangga.

” Mengibarkan bendera dihadapan pejabat tinggi daerah dan ribuan orang, tentu membuat bangga. Namun dibalik kebanggaan itu kita menyadari ada tanggung jawab besar yang kita emban,” tambahnya.

Kedua pelajar ini punya cara sendiri untuk mengatasi rasa gugup saat melaksanakan tugas sebagai paskibraka. ” Rasa gugup itu pasti ada, namun dengan latihan serius rasa gugup itu bisa diatasi,” jelas Ariq.
,
Sementara Esti punya cara lain mengatasi rasa gugupnya. ” Rilek aja, hapalkan aba-aba dan konsentrasi penuh,” terangnya.

Selain itu keduanya juga menjadi pemimpin bagi rekannya. Ariq yang menjadi Pak Lurah, memimpin anggota Paskibraka laki-laki. Sedangkan Esti menjadi pemimpin bagi anggota yang perempuan. Mereka menjalankan tugas lurah dengan baik.

Secara tegas Ariq mengatakan, motivasinya menjadi Lurah karena dia ingin menjadi pemimpin bagi paskibraka anggkatan 2016. ” Ternyata jadi pak Lurah itu, capek. Karena harus mengkoordinir rekan-rekan yang lain dengan berbagai macam tingkah laku. Namun, saya bangga bisa menjadi pemimpin bagi rekan-rekan,” ujarnya.

Bagi Esti menjadi Bu Lurah itu suatu kehormatan. ” Saya dipilih teman-teman yang lain untuk memimpin mereka. Mungkin yang agak sulit jika ada anggota yang sulit diatur. Namun dengan ketegasam mereka akhirnya mau menurut,” ujarnya sambil tersenyum.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

 

 

 

Leave a Reply