Dana Transfer Dikurangi, Muara Enim Kencangkan Ikat Pinggang

Terkait pemotongan transfer ke daerah ini Bupati Muara Enim Ir H Muzakir Sai Sohar mengatakan pemotongan ini tentu berdampak pada pembangunan di Kabupaten Muara Enim.

” Kita sudah menganggarkan dana untuk kegiatan di 2016 yang sudah berjalan ini sekitar Rp 500 miliar. Ternyata yang diberikan hanya Rp 100 miliar. Kita harus berpikir keras mencari dana kekurangan yang Rp 400 miliar,” kata Muzakir ketika disambangi Kabarserasan.com di ruang kerjanya, Senin (08/08/2016).

Menurut Muzakir, pihaknya akan melakukan beberapa terobosan untuk mencari kekurangan dana tersebut. ” Langkah yang paling ekstrem kita akan meminjam dana pihak ketiga (bank) untuk menganstisipasi gejolak yang mungkin akan timbul,” jelasnya.

Untuk meminjam dana pihak ketiga, lanjutnya,  juga tak semudah membalik telapak tangan. ” Ini harus ada persetujuan dewan dan Kementerian Keuangan. Akan dilihat kemampuan return dari cash flow Kab Muara Enim,” ujarnya.

Sementara instansi terkait berusaha untuk mencari tambahan-tambahan dana transfer ini apa yang masih bisa diterima Kabupaten Muara Enim.

Selain itu, Pemkab Muara Enim  sudah melakukan  pengencangan ikat pindang, salah satunya dengan mengurangi dana perjalanan dinas hingga 25 persen. ” Kita sudah meminta SKPD untuk menelaah dan meneliti mana yang prioritas mana yang tidak. Misalnya jika cukup berkonsultasi melalui telpon ya melalui telpon tak perlu berangkat,” tegas Muzakir.

Disisi lain, Pemkab juga berupaya menjajaki kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Muara Enim. ” Kita juga berharap dukungan dari luar, khususnya untuk mensukseskan Porprov 2017 dimana Muara Enim menjadi tuan rumah. Kita banyak terbantu untuk pembangunan venues. Beberapa venues dibantu pihak ketiga seperti PT Bukit Asam, Medco, PGN dan SKK MIgas. Ini tentu akan mengurangi beban anggaran kita,” pungkasnya.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

 

 

 

Leave a Reply