Muzakir Berharap APBD Muara Enim Tembus Rp 4 Triliun Pada 2018

Salah satu cara untuk menangkap aspirasi atau masukan dari masyarakat dia maupun Wakil Bupati selalu berupaya untuk hadir saat diundang oleh masyarakat seperti undangan halal bi halal (HBH) yang diselenggarakan oleh Antera ini.

Menurut Muzakir, pembangunan akan lebih berhasil jika antara Pemkab dan elemen masyarakat saling bersinergi satu sama lain. ” Alhamdulilah meskipun secara bertahap terjadi peningkatan APBD pembangunan Muara Enim. Sektor pendidikan selalu mendapat porsi yang lebih besar, diikuti sektor kesehatan , Infrastruktur dan lain-lain,” kata Muzakir dihadapan puluhan undangan yang hadir dalam acara halal bi halal masyarakat Kabupaten Muara Enim di Resto Pulau Dua Jakarta, Sabtu (30/07/2016).

Dalam kesempatan itu Muzakir menjelaskan, tahun ini pembangunan di Kabupaten Muara Enim agak tersendat. Jika sebelumnya APBD Muara Enim selalu meningkat pada tahun ini justru berkurang.
 
” Ini kebijakan dari pusat. Banyak dana Pusat maupun Provinsi tertahan, padahal kita sangaat membutuhkan dana tersebut untuk kelanjutan pembangunan Muara Enim,” ujarnya.

Hal ini disebabkan anjloknya harga minyak dan batu bara membuat penerimaan dana bagi hasil (DBH) Muara Enim jauh berkurang. ” Hal ini mau tidak mau membuat pembangunan di Kabupaten Muara Enim menjadi terganggu,” jelasnya.

Dia berharap keadaan ini dapat segera berakhir sehingga APBD Muara Enim kembali meningkat. ” Hitungan kami dengan pak Wabup, diakhir masa jabatan kami, APBD Muara Enim bisa tembus Rp 4 triliun. Semoga bisa tercapai,” ujarnya.

” Jika sumber daya alam (SDA) yang melimpah di kabupaten Muara Enim disinergikan dengan sumber daya manusia (SDM) yang handal, Maka Muara Enim akan menjadi daerah terdepan khususnya di Sumatera Selatan,” tambahnya.

Disisi lain Muzakir juga menyampaikan pembangunan Mulut Tambang yang dilakukan PT Bukit Asam (persero) Tbk mudah-mudahan pada 2019 akan segera selesai. PLTU Mulut Tambang 2 x 600 mW ini jika telah beroperasi tentu akan memberikan kontribusi terhadap pembangunan di Kabupaten Muara Enim yang pada gilirannya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Selain itu Muzakir mengungkapkan, pada tahun kami beberapa penghargaan yang diterima Pemkab Muara Enim. Salah satu yang membanggakan adalah pengakuan Indikasi Geografis (IG) yang diraih kopi Robusta Semende. ” IG atau hak paten ini bukan hal yang mudah diperoleh, ini sudah diupayakan sejak 3 tahun lalu,” ungkapnya.

Dengan sertipikat IG ini Muzakir berharap, petani kopi di Semende dapat mempartahankan mutu kopi yang dihasilkan. ” Tata cara pengolahan kopi, baik dari panen hingga menghasilkan kopi kering harus sesuai dengan petunjuk dari penyuluh dari Dinas Pertanian. Kita berharap bukan hanya mempertahankan mutu, tapi justru meningkatkan  mutu kopi Semende. Sehingga meningkatkan harga kopi yang pada akhirnya bisa meningkatkan masyarakat itu sendiri,” pungkasnya.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

 

 

 

 

Leave a Reply