Gedung DPRD PALI Terbakar, Semua Dokumen Hangus

Aswandi salah satu  penjaga Gedung DPRD PALI menuturkan, sekitar pukul 18:00 WIB dia menyalakan semua lampu yang ada di Gedung DPRD PALI. Setelah itu dia memeriksa mesin diesel. Kemudian pulang ke rumahnya untuk menjalankan  sholat Maghrib.

” Usai sholat maghrib,  tiba-tiba saya dihubungi salah satu pemilik rumah yang berdekatan dengan kantor dewan. Dan mengatakan gedung dewan terbakar,”kata Aswandi kepada Kabarserasan.com, Kamis malam di TKP, (07/07/2016).

Aswandi mengatakan, dia tidak mengetahui dari mana sumber api.” Aku datang kesini sekitar pukul 19.00, api sudah besar. Tapi kemungkinan dari arus pendeklistrik,” ujarnya.

Sultan, salah seorang saksi mata yang rumahnya tak jauh dari lokasi kebakaran mengatakan, api mulai bekobar sekitar pukul 18:30. ” Saat keluar rumah, saya melihat api sudah membara dari belakang gedung dekat ruangan Kabag umum. Kemudian saya langsung telpon pemadam kebakaran milik Pertamina,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Talang Ubi Kompol Janton Silaban melalui Kanit intel Ipda Roni Hermawan mengatakan, inforasmi yang diterima Polsek Talang Ubi kebakaran terjadi sekitar pukul 19.00. ” Setelah menrima laporan petuas langsung datang ke TKP (Tempat Kejadaian Perkara). Penyebab Kebakaran belum diketahui, kita masih melakukan olah TKP. Kemungkian karena arus pendek,” Roni kepada Kabarserasan.com,Kamis malam (07/07/2016).

Terpisah Ketua Komisi II DPRD PALI Irwan,ST menganggap ini adalah musibah. Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Seluruh ruang komisi, ruang pimpinan dan Sekwan ludes terbakar. ” Anggap saja ini  suatu pelajaran buat kita semua. Saya berharap kedepan, pengawasan serta sistem keamanannya ditambah lagi,” kata Irwan.

Hingga saat ini belum ada informasi mengenai total kerugian yang diderita, maupun adanya korban jiwa. ” Namun yang jelas, seluruh berkas dokumen yang tersimpan di Sekwan tidak ada satupun yang bisa di selamat kan ,”pungkasnya.

Dari pantauan Kabarserasan.com api padam dua jam kemudian, setelah 3 unit  Damkar milik Pertamina Pendopo yang kapasitasnya 10000 ton, 5000 ton  dan 3000 ton oleh Health  Septi Safety security Emfironment (HSSE) kemudian dibantu 1  tanki milik Pertamina Pendopo dan 2 unit Damkar milik Pemkab PALI.

Penulis: Hermansyah
Editor: Amr

 

 

 

Leave a Reply