Humas dan Protokol PALI Tak Profesional, Tagihan Advertorial Terancam Hangus

Hutang anggaran kehumasan tahun 2015 sebesar Rp 3,6 miliar tak kunjung dicairkan. Bahkan sebagaian justru akan dihanguskan.

Terkait dengan itu Ketua PWI PALI Nurulfallah SH mempertanyakan kemana dana anggaran dana kehuamasan. ” Dana di tahun 2015 seluruhnya 3,6 Milyar  tetapi 1,6 Milyar akan di hanguskan,”  kata Nurul kepada Kabarserasan.com, Rabu (22/06/2016).

Menurut Nurul ini merupakan kedua kalinya Pemkab PALI terlambat membayar dana advertorial untuk media. Dan yang bertanggung jawab masalah ini adalah Sekretariat Daerah Setda PALI.

” Seharusnya mereka lebih profesional dan bersikap adil. Media di PALI ini banyak dan jangan membedakan media oline, cetak maupun elektronik. Semuanya harus diakomodir,” tegas Nurul.

Nurul menuturkan dia sudah berusaha untu menemui Sekda untuk mencarai solusi terkait masalah ini. Namun, karena kesibukan Sekda pertemuan belum terlaksana.” Rekan-rekan media mempertanyakan masalah ini,” tuturnya.

Sementara Wakil Ketua PWI PALI  Marwito mempertanyakan kinerja  humas  dan protokol yang dinilainya semakin menurun.” PALI Sudah berumur  3 tahun. kenapa kinerja pemerintah PALI khususnya humas dan protokol  semakin menurun,” kata Marwito.

Seharusnya,lanjut dia, kinerja humas protokol lebih meningkat dari tahun sebelumnya bukan tambah menurun. ” Kabag Humas Protokol, secara sembunyi-sembunyi untuk mencairkan dana tersebut. Dan yang mendapat pencairan hanya mendia tertentu saja. Saya harus mempertanyakan perihal ini. Kami minta humas protokol berlaku seadil-adilnya,” tegasnya.

Dia menuturkan kalu benar-benar profesional kinerja kabag humas dan protokol, setidaknya mengumpulkan seluruh kepala biro yang ada di wilayah ini, untuk menindak lanjuti permasalahan ini agar bisa menemukan titik terang yang jelas. ” Bila perlu bupati harus turun tangan,” pungkasnya.

Sementara salah satu wartawan yang belum dibayar Asri Firmansyah dari Palembang Ekspres mengeluhkan kinerja humas dan protokol. ” Saya sudah beberapa kali mendatangi ruangan humas dan tidak ada satu pun berkas tagihan  advetorial saya ditahun 2015 dan 2016  di cairkan,” ujarnya kesal.

Anehnya, lanjut dia,  ada beberapa media justru sudah dicairkan. ” Saya menyayangkan sudah ada beberapa media yang dananya sudah dikucurkan. Harus adil donk. Setiap media mempunyai surat perjanjian kerja sama dengan pemerintahan, sebagai landasan hukum, tidak ada alasan bahwa anggaran hangus, ” ujarnya.

Kabag Humas dan Protokol, Sunardin,SH mengakui pihaknya belum bisa mencarikan dana advertorial untuk beberapa media disebabkan kas kosong. Namun sebagian sudah dicairkan.

Karena kas kosong, juga belum bisa melakukan pembaruan MoU dengan media. ” Segala bentuk SPK/MoU belum bisa dilakukan menunggu kas terisi,” ujarnya.

Penulis: Hermansyah
Editor: Amr

 

 

 

Leave a Reply