Dwi Windarti: Perempuan Muara Enim Harus Berpikir Out of the Box

Salah satu pembicara dalam acara tersebut adalah Wakil Ketua DPRD Muara Enim Dwi Windarti. Dalam paparannya politisi perempuan dari Partai Demokrat tersebut menilai, perempuan di Kabupaten Muara Enim belum memiliki peran maksimal dalam pengambilan keputusan. 

Menurut Dwi, hal tersebut disebabkan perempuan belum mampu mengaktualisasikan diri secara utuh. ” Dengan adanya kegiatan workshop kita harapkan perempuan-perempuan di Muara Enim berani mengaktualisasikan dirinya, menggali potensi yang ada di dalam dirinya. Sehingga perempuan-perempuan di Muara Enim mampu berpikir out of the box,” kata Dwi di aula Bappeda Muara Enim, Kamis (26/05/2016).

Perempuan, lanjutnya, harus keluar dari mengkotakkan diri sebagai makhluk yang lemah, tidak mampu memimpin, hanya menerima yang ada. ” Perempuan itu harus berani menyuarakan aspirasi maupun mengekslorasikan dirinya,” ujarnya.

Yang meyedihkan, kata Dwi, terkadang perempuan itu tidak memiliki keinginan atau pasrah dengan keadaan yang ada. ” Ini sebenarnya yang harus diubah, perempuan bisa kok jadi pemimpin,” tegasnya.

Dwi juga menyoroti tentang kuota 30 persen keterwakilan perempuan. Menurutnya saat belum ada aturan ini peran wanita misalnya di DPRD Muara Enim cukup besar. Namun, setelah aturan ini berlaku, justru turun.

” Perempuan yang menjadi anggota DPRD Kab Muara Enim periode lalu 6 orang, sekarang hanya 3, periode selanjutnya … ? jika dilihat kondisi sekarang ini bisa-bisa malah tidak ada,”ujarnya.

Selain itu masih ada perempuan yang tetap menstreotifkan yang ada sekarang. Misalnya dia sebagai perempuan terlihat sering muncul keluar. Ketika ada masalah dengan anak atau keluarga kemudian dia yang di hakimi. ” Itulah perempuan yang terlalu banyak bekerja di luar. Padahal permasalahan seperti itu bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk kepada Ibu rumah tangga yang tidak bekerja,” tegasnya.

” Untuk keluar dari pemikiran streotif itu, perempuan ya harus saling mendukung. Perempaun harus sadar dengan keperempuanannya dan perempuan harus saling mendukung perempuan. Jika perempuan sinergi, mudah-mudahan perempaun bisa mengambil peran lebih besar lagi di arena publik,” tambahnya.

Penulis: Khairul Amri
Editor: Amr

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here