Dodol Biji Karet, Bantu Ekonomi Keluarga Petani Desa Jerambah Besi

“Hampir seluruh petani Karet mengeluh disaat harga getah karet anjlok dalam waktu yang cukup lama. Untuk membantu perekonomian keluarga, kita memanfaatkan biji karet untuk dibuat makanan,” ujar Arida (25) Ketua Kelompok sentra olahan biji karet, Senin (23/11/2015)

Dia menambahkan selama ini biji tersebut dibuang saja, akan tetapi oleh berkat tangan ibu-ibu, bisa menghasilkan uang untuk keluarga. ” Awalnya  saya hanya coba-coba buat Dodol dan kami bawa ke BPOM di Palembang. Hasilnya test laboratorium menunjukak dodol dari biji karet kami aman dimakan. Lalu kami promosikan di HUT Kabupaten PALI saat itu dan respon positif dari masyarakat,” ujarnya.

Arida menjelaskan, biji karet yang dikenal beracun mereka proses sehingga racunnya hilang. ” Caranya kami rebus, lalu direndam selama tiga hari untuk menghilangkan racunnya. Setelah itu baru bisa dibuat berbagai macam makanan, seperti Dodol, kripik dan Peyek.Bisnis ini sudah berjalan dua tahun dan terus dipromosikan tanpa lelah,” terang Arida.

Awalnya,lanjut dia, susah sekali menawarkan produk ini. Namun sekarang sudah cukup baik. “Tidak usah ragu untuk mengkonsumsi produk kami, karena kami sudah mengantongi izin dari Dinas Kesehatan dan dari BPOM” ujarnya menambahkan.

Untuk meningkatkan usahanya, Arida mengharapkan perhatian Pemkab PALI untuk membantu memberikan peralatan dan modal. Dia mengaku selama ini belum pernah ada bantuan dari Pemkab PALI.

“Belum ada bantuan peralatan dari Pemkab PALI. Kalau dari BKKBN Provinsi sudah ada bantuan berupa 2 buah Oven dan mesin parut kelapa. Kami juga berterima kasih kepada Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB-PP) PALI yang telah membina dan terus menerus mempromosikan produk kami hingga ke Surabaya,” ungkapnya.

Sementara itu, Heryanto Kepala Desa Jerambah Besi memberikan apresiasi kepada kelompok  yang telah menciptakan olahan biji karet menjadi makanan. Produk makanan dari biji karet ini telah mengenalkan desa Jerambah Besi kepada dunia luar.

” Karena dodol biji karet ini desa kami kini lebih dikenal. Bahkan PALI juga ikut terkenal. Ini perlu dukungan Pemerintah untuk terus mempromosikannya juga. Membantu peralatan serta modal, karena potensinya bagus dan bahan bakunya melimpah. Disaat harga getah murah mereka bisa hasilkan uang,” ujarnya.

Penulis` : Hermansyah
Editor     : Khairul Amri

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here