Akses Air Bersih Perdesaan Muara Enim Lampaui Target MDGs

Terkait dengan penyedian air bersih itu, Pemerintah pusat kemudian meluncurkan program Penyedian Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) pada tahun 2008.

Kepala Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim, Ramlan Suryadi MM mengatakan, program tersebut merupakan wujud nyata pembangunan sarana dan pengelolaan sumber daya air untuk kesejateraan masyarakat di perdesaan.

Namun, setelah setelah dievaluasi, peningkatan pelayanan program tersebut baru bisa mencapai 2 persen per tahun. Padahal, pada saat memulai program tersebut pada 2010, akses cakupan air bersih diperdesaan di Kabupaten Muara Enim baru mencapai 46,30 persen. Hal ini dirasakan masih belum memadai.

” Melalui pola pemberdayaan, teknik dan kualitas yang sama dengan program Pamsimas dalam peningkatan dan memperluas cakupan layanan akses air bersih, Kabupaten Muara Enim melalui SKPD Dinas PU Cipta Karya berinovasi me-reflikasi program tersebut pada tahun 2010 sampai sekarang. Dimana pada tahun 2010 akses cakupannya masih 46,30 % dan sampai tahun 2014 telah mencapai 76,50 %,” kata Ramlan kepada Kabareserasan, Kamis (19/11/2015).

Pencapaian akses air bersih yang telah melebihi target MDGs 2015 tersebut dirasakan sangat bermanfaat untuk masyarakat. Bahkan, program inovasi Pamsimas yang direflikasi Cipta Karya Muara Enim ini menjadi tujuan study banding daerah lain.  Sehingga sangat wajar jika program inovasi ini meraih penghargaan sebagai salah satu prgram invasi terbaik.

” Dengan  terus berjalannya program REFLIKASI ini  diharapkan target air bersih perdesaan di Kabupaten Muara Enim pada tahun 2019 mencapai 100 %,” harap Ramlan.

Penulis/Editor: Khairul Amri

 

 

 

Leave a Reply