KPU di Audit BPK, Ini Hasilnya

“BPK memberi opini wajar dengan pengecualian atas laporan keuangan KPU tahun 2014,” kata Ketua BPK, Harry Azhar Azis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2015).

Mantan kader Partai Golkar itu menjelaskan, pengecualian tersebut mencakup akun-akun kas di bendahara pengeluaran, persediaan, gedung dan bangunan serta konstruksi dalam pengerjaan.

“Audit ini kita putuskan setelah melalui sidang penentuan,” ujarnya. Terkait permintaan DPR untuk memeriksa KPU terkait pemilihan kepala daerah serentak 2015, mantan Ketua Komisi XI DPR ini mengaku, pihaknya setuju mengaudit kinerja dan anggaran KPU soal pelaksanaan Pilkada serentak 2015.

“BPK telah setuju untuk melakukan pemeriksaan dan segera memulai proses pemeriksaan dengan target waktu secepatnya,” kata dia.

Di tempat yang sama, Anggota I BPK Agung Firman Sampoerna, membenarkan hasil audit KPU tahun 2014 terdapat potensi kerugian negara sebesar Rp300 miliar di Pemilu 2013-2014.

“Salah satu temuan adalah ketidakpatuhan terhadap UU dan seperti yang keseluruhan pada 2013-2014. Aspek Ketidakpatuhan itu tidak berarti sudah pasti terjadi penyimpangan, sedangkan Rp325 miliar adalah total keseluruhan,” ujarnya.

Maka dari itu, Agung menambahkan pihaknya menghentikan sementara waktu audit tersebut. “Di breakdown lagi karena ada indikasi kerugian negara, potensi kerugian negara, macam-macam. Ketidakpatuhan itu angkanya sebesar itu, indikasi kerugian dibreakdown lagi,” kata dia.

Penulis  : Amri
______________________________________________
BERITA LAIN:
Kementerian PDTT Tak Punya Mitra di DPR
Batu Akik Panca Warna Milik Fadli Zon Masuk Rekor Muri
Kekerasan Seksual Terhadap Remaja Putri di Palembang Meningkat
Gaji 13 PNS Sebelum Puasa
Ketua BPK Harry Azhar: Golkar Tak Bisa Perintah Saya
Kabareskrim Budi Waseso Tolak Lapor Kekayaan Ke KPK
Kendalikan Harga Sembako, DPR Desak Pemerintah Keluarkan Perppu
Menteri Susi: Investor Asing Tak Boleh Tangkap Ikan di Indonesia

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here