Gubernur Bengkulu Jadi Tersangka

“Sudah kita tetapkan tersangka atas dugaan korupsi RSUD M Yunus, Bengkulu,” kata Kasubdit V Tipikor, Kombes M Ikram, kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa siang. Junaidi, kata Ikram, dijerat dengan pasal 2 dan 3 UU 31 tahun 1999  sebagaimana diubah dalam UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Ikram menjelaskan, penetapan status tersangka ini berdasarkan penyelidikan dan penyidikan sejumlah saksi yang telah diperiksa sebelumnya. Dari beberapa kali gelar perkara pun, Junaidi diduga kuat terlibat dalam dugaan korupsi itu.

Junaidi sendiri dijadwal akan mulai menjalani pemeriksaan penyidik dalam waktu dekat, sebagai tersangka. Namun, Ikram belum mau mengungkap apa peran yang bersangkutan dalam perkara dugaan korupsi ini.  “Besok saja untuk lebih lengkapnya, mungkin ada konferensi pers ya,” ujar Ikram.

Perkara ini bermula ketika Junaidi sebagai Gubernur Bengkulu, menerbitkan SK Gubernur Bengkulu Nomor Z. 17 XXXVIII Tahun 2011 tentang Tim Pembina Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah dr M Yunus (RSMY).  Akibat SK itu, negara diperkirakan merugi sebesar Rp 5,4 miliar.

Menurut analisa penyidik, SK itu bertentangan dengan Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Dewan Pengawas. Karena berdasarkan Permendagri tersebut, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tidak mengenal tim pembina.

Penulis: Junel

 

 

 

Leave a Reply