Bupati Imbau, Petani Tak Jual Sawah

Harapan itu, disampaikan Bupati Muara Enim Muzakir, saat melakukan panen raya padi tadah hujan di empat desa dalam Kecamatan Muara Enim, Selasa (14/4/2015) lalu. Panen raya dilakukan di areal sawah seluas 695 hektar, dan dipusatkan di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kota Muara Enim.

Tiga desa lain yang termasuk dalam areal itu, yakni Desa Lubuk Empelas, Desa Muara Lawai dan Kelurahan Muara Enim. Di hari yang sama, panen raya juga dilakukan masyarakat di Kecamatan Semendo dan Tanjung Agung.

Hadir dalam panen raya di Desa Tanjung Jati, antara lain Wakil Bupati Muara Enim H. Nurul Aman, Ketua DPRD Aries HB, Kapolres AKBP Nuryanto, Dandim 0404 Letkol Inf Ruslan, Kajari Adhiyaksa Darma Yuliano, Dan Yonif 141 Letkol Inf Hista Soleh Hararap, Plt Sekda Muara Enim Ir. Hasanudin serta sejumlah  pejabat dari Forum Komunikasi Perangkat Daerah (FKPD).

“Selama ini Indonesia merupakan negara penghasil beras. Ini yang harus dijaga dan dipertahankan. Jangan sampai suatu saat nanti Indonesia membeli beras dari luar. Karena itu ke depan Muara Enim tetaplah menjadi daerah penyangga pangan di Provinsi Sumatera Selatan,” ujar Muzakir memberi semangat kepada para petani.

Pemerintah, lanjut bupati, sangat mendukung gerakan petani kembali ke sawah, dan kegiatan panen raya ini, merupakan salah satu wujud dukungan itu. Jika gairah petani kembali ke sawah diikuti masyarakat daerah lain, bupati optimis program nasional swasembada pangan yang  dicanangkan  Presiden Joko Widodo, akan tercapai.
 
“Karena itu saya minta kepada bapak dan ibu yang selama ini bertani, agar tidak menjual sawahnya, untuk kepentingan lain. Lebih baik sawah yang ada dikelola dengan baik dan diwariskan kepada anak cucu.  Saya juga minta kepada camat dan SKPD untuk tidak memberikan izin kepada para pengusaha yang akan melakukan alih fungsi lahan pertanian.  Kalau ingin membangun perumahan, cari lahan lain, jangan menggusur sawah,” tegas Muzakir.

Menurut bupati, jika para petani mau berusaha memaksimalkan potensi lahannya, maka produksi pertanian akan bisa ditingkatkan. Bahkan, yang selama ini panen hanya satu kali dalam setahun, bisa dua kali. Selain itu, ahan sawah juga bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman lain.

“Usai panen, bisa ditanam tanaman palawija, setelah itu baru menanam padi kembali. Nantinya bisa lebih bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pesan Muzakir.

Secara khusus bupati minta Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Muara Enim untuk terus melakukan pendampingan dan membantu petani. Tidak hanya memberikan bantuan berupa alat-alat pertanian tetapi juga terus melalukan penyuluhan bersama SKPD terkait sehingga hasil panen petani terus meningkat.

“Saya berharap Kabupaten Muara Enim dari tahun ke tahun menjadi daerah yang surplus beras sehingga  kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Dengan demikian visi dan misi Muara Enim SMAS, Sehat, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera dapat terwujud,” bupati menjelaskan.

Kepala Dinas TPH Kabupaten Muara Enim, Ir. Kani Daah. MM, menjelaskan, tahun 2015 ini, pihaknya  menganggarkan Rp 4 miliar untuk 420 ton bantuan bibit dan benih bagi petani di seluruh daerah di Kabupaten Muara Enim. Selain itu untuk meningkatkan produktifitas pertanian, telah pula diberikan  bantuan kepada petani, yakni pupuk Urea dan NPK, bantuan handtraktor sebanyak 124 unit serta power truser sebanyak 35 unit  yang berasal dari dana APBD dan APBN. (Adv/ME-4)
 

 

 

 

 

Leave a Reply