PTBA Dirikan Anak Perusahaan Untuk Grup Bisnis Sektor Energi

Pengembangan yang merupakan bagian dari diversifikasi usaha PTBA ini diantaranya meliputi usaha di bidang pengembangan PLTU. kontraktor Engineering Procurement Constructin (EPC), kontraktor Pengoperasian dan Pemeliharaan (Operation and Maintenance). Juga termasuk pengolahan hasil pertambangan, industri kimia, dan barang-barang dari bahan kimia, seperti pengolahan, pembuatan dan pemrosesan bahan kimia.

Dalam pembentukan BEI sebagai grup bisnis, PTBA dapat mengembangkan masing-masing peluang bisnsi secara lebih fokus dan lebih profesional untuk setiap peluang bisnis melalui Anak Perusahaan PT BEI atau Perusahaan Afiliasi bagi PTBA.

Dengan demikian, keberadaaan anak Perusahaan dan Perusahaan Afiliasi ini memberikan peranan yang sangat strategis untuk mendukung kinerja PTBA sebagai Holding Company.

saat ini PTBA sudah mengoperasikan PLTU 3×10 MW di mulut tambang di Tanjung Enim Sumatera Selatan untuk memenuhi kebutuhan listrik sendiri. Juga PLTU 2 x 8 MW di Pelabuhan Tarahan, Bandar Lampung juga untuk memenuhi kebutuhan sendiri, guna mendukung operasional pelabuhan.

Sedangkan PLTU Banjarsari 2 x 110 MW di mulut Tambang di Lahat, statusnya saat ini menunggu tersambungnya dengan jaringan interkoneksi Sumatera Bagian Selatan milik PLN.

Di luar itu, pada Semester II 2015 PTBA akan memulai pembanguna konstruksi PLTU Bangko Tengah 2 x 620 MW (Sumsel 8) di mulut tambang di Tanjung Enim. Juga PLTU Peranap 800 – 1.200 MW di mulut tambang di Indragiri Hulu Riau, yang saat ini dalam tahap review feasibility study. Demikian juga dengan PLTU Inalum 1.000 MW di Sumatera Utara yang saat ini dalam tahap feasibility study.

Di luar sektor pembangkit listrik, PT BEI juga akan dikembangkan untuk pengelolaan energi lainnya, diantaranya pengelolaan CBM, khususnya di wilayah operasi PTBA di Tanjung Enim yang dijadualkan tahun 2016 secara komersial mulai berproduksi dengan kapasitas setara dengan kebutuhan bahan bakar untuk PLTU 250 MW.

Sementara itu PTBA juga sedang mempersiapkan untuk mengakusisi Ignite Energy Resources Ltd. dari Australia yang menguasai teknologi batubara cair, Cat HTR, dan coal upgrading. Diharapkan sebelum akhir semester I ini hasil dari due dilligence untuk kajian akusisi ini sudah keluar sehingga PTBA dapat memutuskannya, termasuk komposisi kepemilikan sahamnya.

Sebelumnya, tahun lalu PTBA juga sudah membentuk anak perusahaan, PT Bukit Asam Investama (BMI) yang juga merupakan grup bisnis. PT BMI kemudian mengakusisi PT Bumi Sawindo Permai yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit, PT Satria Bahana Sarana yang bergerak di bidang jasa penambangan, serta membentuk PT Bukit Asam Medika di bidang pengelolaan rumah sakit dan kilinik.

Dengan terbentuknya PT BEI ini, telah menambah anak perusahaan PTBA yang sudah berdiri sebelumnya, di antaranya yang bergerak di sektor penambangan, pengelolaan pembangkit listrik, dan perdangaan batubara, serta perusahaan afiliasi atau cucu perusahaan, seperti perusahaan yang bergerak di bidang jasa penambangan, transportasi laut untuk batubara, jasa pandu pelabuhan dan perkebunan kelapa sawit.

Berita Lain:
DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan BBM
Rupiah Melemah, PTBA Untung
Said Didu Komisaris Baru PTBA
PTBA Raih Laba Bersih Rp 2.02 Triliun untuk Tahun Buku 2014
Warisan IMF, UU Perbankan Perlu Direvisi

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here