Penyidikan 2 Kasus Korupsi di Muara Enim Tunggu Audit BPKP

Dua kasus tersebut adalah pengadaan Mobil Pemdam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Muara Enim sebesar Rp 1,403 miliar dan Bantuan Sosial (Bansos) Teknologi Informasi dan Komputer (TIK)  untuk E-learing dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pusat sebesar Rp 3,348 miliar.

“Kita meminta ke BPKP Sumsel agar dapat disegerakan menghitung kerugian Negara dan kami terus berkoordinasi dengan BPKP Sumsel. Audit BPKP diperlukan untuk menambah alat bukti dari saksi ahli dan ditambah keterangan ahli. Bila ini sudah dan dapat meyakinkan adanya kerugian, kita dapat dengan segera P21 dan dilimpahkan ke pengadilan,” jelas Kepala Kejaksaan Negeri Muara Enim, Adhyaksa Darma Yulianto, kepada wartawan disela-sela peringatan Hari Anti Korupsi sedunia di Muara Enim, Selasa (9/12/2014).

Adhyaksa menuturkan, dalam penanganan perkara korupsi pihaknya tidak hanya berusaha mencari tersangka, tapi mengutamakan tindakan prefentif atau pencegahan bagaimana menyelamatkan uang Negara dan memberikan penegakan hukum yang berintegritas dan berhati nurani.
              
“Kita tidak menargetkan untuk melakukan penyelidikan kasus korupsi sebanyak banyaknya karena jika itu dilakukan akan membuat orang cemas. Tetapi kita lebih kepada  tindakan pencegahan dengan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam melaksanakan pembangunan di Muara Enim,” jelasnya.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Muara Enim pada Agustur 2014 lalu, telah menetapkan dua orang PNS berinisial Y dan Z dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi Bansos TIK untuk E-learning Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun anggaran 2014.Selain itu Kejari juga menetapkan tiga tersangka lainnya dari pihak swasta berinisial A, W dan MHP.

Bansos TIK ini berupa seperangkat komputer atau laptop yang diterima oleh sebanyak 62 Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kabupaten Muara Enim. Sementara untuk dugaan korupsi pengadaan kendaraan Damkar senilai 1.5 Milyar tahun anggaran 2013, sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Berita lain:
Pemkab Muara Enim Luncurkan Kantin Kejujuran
Tingkat Hunian Menurun, Karyawan Hotel Griya Serasan Terancam PHK
Penghargaan LAKIP, Muara Enim Raih Nilai B
Normalisasi Sungai Aur Dipersoalkan Warga
Kades Penyeleweng Bantuan Raskin Dijerat UU Tipikor
Polsek Lubay Tangkap Agen Togel

 

 

 

Leave a Reply