Desa Model, Program Terobosan TP PKK Kabupaten Muara Enim

Terkait dengan itu peran organisasi PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) menjadi demikian strategis, apalagi jika memahami visi organisasi ini, yang ingin mewujudkan keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju-mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. Sangat luhur dan mulia.

Sebagai organisasi yang merepresentasikan gerakan perempuan, peran PKK—yang keberadaannya diakui dalam Keputusan Menteri dalam Negeri (Kepmendagri) Nomor 53 tahun 2000, sangat vital, karena wilayah garapannya adalah pemberdayaan manusia, dimulaidari strata paling rendah yakni keluarga, masyarakat dan akhirnya kepentingan negara. Maka takheran, PKK adalah gerakan nasional dan diharapkan sebagai motor penggerak pembangunan, menuju terwujudnya manusia-manusia berkualitas sebagai bangsa.

Tentu saja, semua harus dilakukan dalam bentuk program dan tindakan konkret.Bekerjasama dengan pemerintah, PKK diharapkan menitik beratkan gerakannya pada pengoptimalan potensi masyarakat, sehingga dengan potensi itu, bisa mengangkat harkat  dan martabat masyarakat dimaksud.

Bagaimana dengan PKK Kabupaten Muara Enim?.Tim Penggerak(TP) PKK Kabupaten  Muara Enim ternyata telah melakukan banyak program sebagai bentuk implementasi tujuan luhur itu. Salah satunya membuat program Desa Model, yang sebagaimana namanya, menitik beratkan perhatian pemberdayaan manusia di mulai dari tingkat desa. Pertimbangannya, TPPKK Kabupaten Muara Enim menganggap, desalah kunci utama peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Desa Model menekankan percepatan pembangunan dari bawah desa dengan pendekatan yang menyeluruh, yakni konsep pembangunan dengan penetapan desa sebagai fokus utama perhatian kami. Dari sinilah kita memulai Caranya, kita inventarisir masalah, apa potensi desai tu, lalu kita susun program nyata yang kelak secara jangka panjang bermanfaat bagi desa bersangkutan” kata Ketua TPPKK Kabupaten Muara Enim, Shinta Pramitha Sari, saat ditemui Kabar Serasan beberapa waktu lalu.

Langkah pertama, jelas istri Bupati Muara Enim Muzakir Sai Soharini, pihaknya telah melakukan pemetaan secara geografis, yang dibagi berdasarkan beberapa wilayah. Lalu dipilih beberapa desa yang akan dijadikan pilot project Desa Model. Beberapa karateristik yang diambil, yakni daerah pertanian, daerah perkebunan dan daerah pertambangan.

Pemilihan karateristik ini dimaksudkan untuk mempermudah pendekatan yang akan dilakukan. Dalam pelaksanaannya nanti, ujar dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Serasan dan Akademi Kebidanan Muara Enim ini, akan dilakukan penyusunan rencana kerja bersama dan terpadu, dan diselaraskan dengan program kerja instansi terkait di daerah ini.

“Dalam setiap rangkaian itu, kita akan lakukan pendampingan, dan tokoh-tokoh masyarakat di desa bersangkutan akan dilibatkan, sehingga mereka juga jadi paham maksud, arah dan sasaran yang ingin dicapai bersama” jelasShinta.

Sudan diputuskan, ada lima bidang yang akan menjadi tumpuan program Desa Model ini, yakni bidang infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan dan kewirausahaan. Karena kelima bidang ini secara umum terkait dengan kehidupan masyarakat di desa.

Adapun sasaran kegiatan meliputi pemberdayaan apa yang disebut Kelompok Monitor, lalu Revitalisasi Posyandu, Pemberian Makanan Tambahan dan pemulihan, Penumbuhan Dasa Wisma, Bina Keluarga, Jamban Keluarga, Sumber Air Bersih, Kebersihan Lingkungan, Pengolahan Sampah. Kemudian Lumbung Gizi Keluarga, Pemanfaatan Pekarangan (pertanian, peternakan, toga dan tanaman hias), Kebun Percontohan, Penyuluhan Masyarakat, optimalisasi UKS, Pelatihan Wirausaha unit penumbuhan wira usaha baru dan modal bergulir.

“Mengingat besarnya perencanaan kegiatan ini dan kemampuan TPPPK yang terbatas, maka peran dan kerjasama dengan SKPD dan instansi terkait menjadi amat vital.Disinilah pentingnya sinergi antara TP PKK dengan SKPD dan instansi terkait dalam melaksanakan program ini,” tambah Shinta.

Jika ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, ia optimis dalam waktu tiga-empat tahun kedepan di kabupaten Muara Enim akan terbentuk desa-desa yang memiliki harapan tinggi untuk maju. Akan muncul Dasa Wisma aktif, peran Posyandu meningkat, kasus Balita Garis Merah (BGM) menurun dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) akan bertambah. Begitu pula di sector ekonomi, karena masyarakat desa mulai memahami pentingnya memanfaatkan pekarangan, tumbuh wirausaha-wirausaha baru, fasilitas umum seperti rumah dan sekolah serta tempat ibadah jadi bersih, begitupun lingkungannya.

“Sinergitas dari semua pihak baik pemerintah dalam hal ini SKPD, TP PKK,  swasta dan masyarakat sendiri dalam program ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat desa yang sejahtera dan tercapaikanya visi Kabupaten Muara Enim yang Sehat, Mandiri, Agamis dan Sejahtera (SMAS). Doakan saja ini berjalan lancar,” ujar Shinta mengakhiri pembicaraan. (Tita Zen).

Berita Lain:
Riak Mewujudkan Kawasan Impian
Momentum 68
PDAM Lematang Enim Terus Tingkatkan Pelayanan
Arah Pembangunan Kabupaten Muara Enim
Peran Masyarakat Sangat Penting dan Diperlukan
“Reward and Punishment”, Sangat Diperlukan
Penghargaan Memacu Berikan Layanan Terbaik
Perhatian Lebih Pemkab Muara Enim Pada PNPM
Adipura, Bukti Semua Peduli Lingkungan
 

 

 

 

Leave a Reply