Penyidik Tetapkan Satu Tersangka Korupsi Genset

“Tersangka memang belum kita tahan. Tetapi jika dalam penyidikan ini perlu dilakukan penahanan ya kita tahan,” tutur Kepala Cabang Kejari Pendopo, Herman SH, Rabu (22/1/2014).

Selain menetapkan tersangka, tim  penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap fisik mesin genset dengan membawa tim ahli dari PLN Jakarta, Rabu (22/1/2014).  Pemeriksaan itu dipimpin langsung Kepala Cabang Kejari Pendopo, Herman SH, bersama 5 orang anggota penyidiknya, didampingi Direktur RSU Talang Ubi,  dr H Dandy Wijaya. Usai melakukan pemeriksaan, ditemukan adanya indikasi bahwa mesin tidak baru lagi melainkan mesin bekas.
 
“Sesuai dengan RAP mesin yang diadakan itu memiliki tegangan 350 KVA. Ternyata ketika dilakukan pengujian dengan menghidupkan mesin tersebut output yang dihasilkan tidak sampai 110 persen, melainkan cuma 75 persen lebih,” jelas Herman.

Jika mesin tersebut memang benar-benar baru, lanjutnya, dengan tegangan 350 KVA seharusnya output yang dihasilkan bisa 110 persen. Menurutnya, penyidikan dilakukan bukan mengenai anggaran yang digunakan sesuai atau tidak dengan RAP. Melainkan status mesin yang diadakan tersebut.

“Kalau anggaran pembelian mesin genset itu sudah sesuai dengan RAP sebesar Rp 750 juta. Namun yang kita periksa sekarang bukan anggarannya melainkan masalah mesin yang diadakan,” jelasnya.

Ketika ditanya lebih lanjut bagaimana dengan dua orang lainnya yang terlibat dalam pengadaan mesin genset tersebut yakni Direktur PT DAU dan mantan Direktur RSU Talang Ubi,  apakah akan dijadikan tersangka? Menurut Herman, keduanya masih sebagai saksi. Namun apakah keduanya akan menjadi tersangka atau tidak tergantung dari hasil pemeriksaan.

Sementara itu, Direktur RSU Pendopo, dr H Dandy Wijaya, usai melakukan pemeriksaan fisik mesin genset, enggan menjawab pertanyaan wartawan. Bahkan ketika tim penyidik keluar dari ruang kerjanya, Dandy langsung menghilang keluar. Ketika wartawan mencoba mengejarnya di halaman rumah sakit, Dandy langsung menghindar.(Me)
 
                 
 
 

 

 

 

Leave a Reply