Yusril Perjuangkan Pilpres Dan Pileg Dilakukan Serentak

“Sangat optimistis akan dikabulkan oleh MK. Sebab, semua materi sudah siap dan semoga sudah ada keputusan karena semakin dekatnya jadwal Pemilu Legislatif,” ujar Yusril, di Surabaya, sebagaimana  dikutip dari ANTARANews.com.

Sidang perdana pengajuan uji materiil ini akan digelar 21 Januari mendatang dan Yusril memperkirakan para hakim MK memerlukan waktu sekitar sebulan untuk mengambil keputusan. Yusril mengaku tidak akan didampingi tim kuasa hukum karena akan dilakukannya sendiri. Begitu juga jika diperlukan ahli hukum untuk menguatkan argumen pemohon.

“Saya sendiri yang menjadi kuasa hukum dan ahli hukumnya. Mungkin saya hanya perlu ahli bahasa untuk memperjelas dan mengartikan semua kalimat dalam undang-undang yang dibahas nantinya,” kata Yusril.

Yusril mengaku usahanya ini mendapat respon positif dari sejumlah pimpinan partai politik peserta Pemilu, seperti Wiranto dan Parai Hanura, Suryadharma Ali dan PPP, serta Anis Matta dan PKS.

“Selain itu, mantan Ketua MK ahfudz MD dan Ketua DKPP Jimly Asshidiqie menyatakan sepakat jika Pemilu legislatif dilakukan bersamaan dengan Pemilu Presiden,” kata Yusril.

Jika MK mengabulkan uji materiil yang diajukannya, kata dia, maka persiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyelenggarakan Pemilu akan lebih matang dan menghemat anggaran APBN hingga Rp7 triliun.

“Tingkat partisipasi masyarakat juga akan semakin tinggi. Kami harap MK segera mengabulkannya agar tidak mengganggu jadwal Pemilu,” kata dia.

Yusril mengajukan uji materiil Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Substansi UU itu, perihal pendaftaran pasangan capres-cawapres dan pelaksanaan Pilpres, bertentangan dengan konstitusi. 

Berdasarkan Pasal 22E UUD 1945 , Pileg dan Pilpres semestinya digelar serentak atau hanya sekali dalam lima tahun. Pasal itu berbunyi Pemilu dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali.

“Kalau Pemilu DPR dipisah dengan Pemilu Presiden maka dalam lima tahun ada dua Pemilu. Padahal,harusnya satu kali dalam lima tahun,” katanya. (Junel)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here