Penghadangan Truk Batubara Berlanjut

”Aksi ini kami lanjutkan sampai pengusaha angkutan truk batubara ini menemui kami,” jelas Mawardi salah seorang warga Muara Gula.

Warga menuntut perusahaan bertanggung jawab membersihkan debu batubara di pemukiman masyarakat.  Kemudian meminta perbaikan jalan lintas di Desa Muara Gula Baru yang rusak akibat dilalui truk batubara. Warga juga meminta pengaturan konvoi truk batubara sehingga tidak menggangu masyarakat pengguna jalan lainnya.
                    
Menurut Mawardi, warga akan terus melakukan penghadangan sampai pemilik perusahaan menemui mereka dan  membuat surat kesepakatan,

”Kalau pimpinan perusahaan angkutan batubara tidak juga datang, maka kami terus melakukan penghadangan sampai kapan saja,” tegasnya.
                   
Warga berhentikan setiap truk angkutan batubara yang melintas untuk memutar arah. Karena tidak diperbolehkan melintas, para sopir memarkirkan kendaraannya di pinggir badan jalan, sejumlah rumah makan dan SPBU.
                     
Meski terjadi penumpukan truk angkutan batubara, namun arus lalu lintas tujuan Muara Enim-Palembang maupun sebaliknya berjalan lancar. Karena truk tersebut parkir tidak memakai bahu jalan.
                   
Aksi penghadangan ini dikeluhkan para sopir truk, karena membuat mereka merugi.

”Kami sudah satu malam tidak bisa jalan pak. Uang jalan kami Rp 750 ribu yang diberikan perusahaan sudah mulai habis,” jelas Adi salah seorang supir truk.
                   
Menurutnya, jika tidak ada penghadangan, maka dia sudah mendapatkan tarikan batubara tujuan Palembang sebanyak satu rit.

”Kami berharap pihak perusahaan segera menemui masyarakat sehingga kami bisa melintas,” pinta Adi.(Me)

 

Berita Terkait:

Warga Muara Gula Baru Hadang Truk Batubara

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here