Polisi Jadikan Pemilik Pabrik Petasan Sebagai Tersangka

Suasana di lokasi pabrik petasan yang terbakar pada Kamis (26/10/2017) lalu

Jakarta, Kabarserasan.com—Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan kasus terbakarnya pabrik petasan di Kosambi, Tangerang, Banten dua hari lalu, pihak Polda Metro jaya akhirnya menetapkan tiga orang tersangka, salah satunya Indra Liyono, pemilik pabrik petasan, PT Panca Buana Cahaya Sukses (PT PBCS).

“Dari hasil gelar perkara, kesimpulannya kami menetapkan tiga orang tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (28/10/2017) di Jakarta.

Selain Indra, dua tersangka lainnya yaitu Direktur Operasional PT PBCS, Andri Hartanto, dan seorang pekerja bernama Subarna Ega. Dalam peristiwa ini, polisi mencatat 48 orang tewas terbakar, 45 orang terluka—semuanya dari kalangan pekerja. Identifikasi korban, hingga kini masih terus dilakukan polisi. Baca Kejadiannya: Sebuah Pabrik Petasan Terbakar, 47 Orang Tewas

Asal Mula Api Dari Percikan Las

Argo menjelaskan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan tersangka, serta investigasi ke tempat kejadian perkara, disimpulkan bahwa api yang memicu kebakaran besar dan menelan banyak korban jiwa itu berasal dari percikan api las yang menyambar bahan baku petasan, dan kemudian menimbulkan ledakan.

“Sebelum kejadian, tersangka SE (Subarna Ega) ini mengelas dari atas atap, di mana terdapat bahan kembang api yang ditumpuk sekitar 4000 kilogram. Jadi dia mengelas di bagian atap yang di bawahnya itu ada bahan kembang api,Pengelasan itu atas perintah tersangka AH” kata Argo.

Terkait itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, ledakan pertama itulah yang kemudian memicu kebakaran besar, dan banyaknya bahan baku petasan membuat api dengan cepat membesar, sementara di saat sama semua pekerja sedang bekerja di dalam pabrik dan mereka terjebak di ruang belakang.

“Karena sebagian besar korban melarikan diri ke arah belakang. Jadi dari pintu depan merapat ke arah bagian belakang. Hampir 30-an orang lebih dalam 1 titik di bagian belakang bangunan, bahkan sebagian besar mereka itu berusaha menjebol tembok di samping kanan,” papar Nico.

Satu Korban Tewas di Rumah Sakit

Dalam peristiwa ini, jumlah korban bertambah satu, yakni atas nama Nurhayati, yang melepas nyawa saat dalam perawatan di rumah sakit RSUD Tangerang. Sehingga, sampai Sabtu (28/10/2017) jumlah keseluruhan korban tewas menjadi 48 orang.

Sedangkan 47 korban tewas yang dibawa ke RS Polri Kramat jati, Jakarta, sudah teridentifikasi sebanyak empat jenazah, yakni atas nama Surnah (14), Rahmat (warga Garut), Marwati binti Atip (Tangerang) dan Sutrisna bin Alim (Tangerang). Tiga korban terakhir teridentifikasi melalui DNA, gigi dan medis. (Jun)

Leave a Reply