Tak Mampu Bayar Ambulan Rumah Sakit, IRT Bawa Jasad Bayi Pulang Naik Angkot

Delvasari saat membawa jasad bayinya di dalam angkot

Lampung, Kabarserasan.com – Masyarakat di provinsi lampung digegerkan dengan kisah pilu sebuah foto viral di media sosial. Di foto tersebut tampak ada seorang ibu yang menggendong jenazah bayinya didalam angkot bersama penumpang lain.

Sang ibu yang terus menangis itu terpaksa membawa jenazah bayinya degan mobil umum karena tidak mampu membayar uang sewa ambulan rumah sakit umum daerah Abdul Moeloek Bandar Lampung, tempat bayinya dirawat sebelum meninggal dunia, Rabu sore ( 20/09).

Dari hasil penelusuran Kabarserasan.com, ibu penggendong jenazah didalam angkot itu bernama delvasari. Sementara jasad bayinya bernama Berlin Istana, berusia 1 tahun.

Saat ditemui di rumahnya di Desa Gedung Nyapah Kecamatan Abung Timur Lampung Utara, Delvasari dan suaminya Ardiansyah orang tua bayi itu mengatakan terpaksa membawa jenazah bayinya naik angkot karena tidak mampu membayar uang yang diminta sopir ambulan rumah sakit umum daerah Abdul Moeloek.

” Sopir ambulance itu minta uang Rp 2 juta ke rumah kami,” kata Delvasari dengan raut wajah pilu.

Delva yang sudah naik ambulance, akhirnya diturunkan paksa oleh sopir ambulan karena tidak mampu membayar Rp 2 juta yang diminta. Padahal ambulance tersebur berplat merah alias milik pemerintah.

Kediaman keluarga yg bawa jasad bayi naik angkot. Kabarserasan.com/ano

Dia akhirnya memutuskan membawa mayat anaknya yang mash balita itu naik angkot dari depan rumah sakit, sebelum diteruskan naik bus umum setibanya di terminal menuju rumah duka.

” Agar tidak dicurigai penumpang lain, selama didalam angkot menuju terminal Rajabasa Bandar Lampung jasad anak saya, saya tutupi dengan selimut,” tutur Delva.

Meskipun ditutupi selimut, namun tangis kesedihan sang ibu yang menggendong jasad bayinya di dalam angkot tetap tidak bisa disembunyikan dan akhirnya diketehui oleh warga lain yang juga penumpang dari dalam angkot yang sama.

Warga yang iba itu kemudian memberikan bantuan dengan menelfon fasilitas mobil ambulan gratis milik Pemkot Bandar Lampung. Jasad bayi yang digendong orang tuanya itu kemudian turun di rute terakhir angkot yakni di terminal Rajabasa. Kemudian dijemput oleh ambulan gratis untuk diantarkan pulang ke rumah duka di Desa Gedung Nyapah,

Penulis: Ano
Editor: Amr

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here