Di Bengkulu Masih Banyak Warga Hidup Dipasung

Salah satu warga Bengkulu Selatan yang dipasung

Bengkulu, Kabarserasan.com—Tekad pemerintah untuk tidak ada lagi warga yang menderita gangguan jiwa dipasung, agaknya masih jauh dari kata berhasil. Karena faktanya, masih banyak warga masyarakat yang hidup dipasung keluarga, karena berbagai alasan.

Di Provinsi Bengkulu, Kementerian Sosial (Kemensos) daerah itu mencatat ada 500 lebih warga yang hidup dipasung. Salah satunya ilin (37 tahun), warga Desa Talang Tinggi, Kecamatan Kedurang Kabupaten Bengkulu Selatan, yang terpaksa dipasung keluarganya di belakang rumah, hampir enam tahun terakhir.

Seperti kebanyakan warga yang dipasung di tempat lain, pihak keluarga mengaku terpaksa memasung Ilin karena taka da pilihan lain, karena jika tak dipasung Ilin kerap mengamuk dan mengganggu orang lain. Upaya pengobatan sudah dilakukan, berkali-kali diobati di rumah sakit, tapi tak kunjung sembuh. Akhirnya Ilin dirantai kakinya di belakang rumah.

Selain Ilin, di Bengkulu Selatan masih terdapat puluhan warga penderita gangguan jiwa yang dipasung keluarga, dengan alasan sama. Sujono (41 tahun), warga Desa Bandar Agung Kecamatan Kedurang, juga dipasung keluarga.

Selain kerap mengamuk, menurut keluarganya, Sujono dipasung karena mereka khawatir pria ini mengalami penganiayaan orang lain yang tidak senang dengan ulah brutalnya.

Sama seperti Ilin, Sujono juga sudah berkali-kali diobati di rumah sakit, tapi tak juga sembuh dan akhirnya dibawa pulang keluarga. Kini Sujono yang hidup sebagai petani, dirawat oleh keluarga dan beberapa tetangga yang peduli, dengan kondisi kaki dirantai.

“Iya kami tidak ada pilihan lain. Dari pada dia mengamuk atau dianiaya oang lain yang kesal dengan ulahnya, lebih baik dipasung. Kami bias menjaga dan merawatnya, walau pun harus dipasung, tapi kami jadi berkurang kekhawatirannya, karena keluarga kami hidup bertani, tak bias terus menjaganya” ujar Nizar, orang tua Sujono.

Di Bengkulu Selatan, data Kemensos setempat mencatat ada sedikitnya 106 orang warga penderita gangguan, yang sebagian besarnya dipasung dengan alasan tikdak mengganggu orang lain.

Bertekad tidak ada lagi yang dipasung, Pemerintah kabupaten Bengkulu Selatan, mulai tahun 2017 akan menangani para penderita gangguan jiwa ini secara serius, dengan mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganannya.

“Pemkab Bengkulu Selatan akan menangani para penderita gangguan jiwa ini, agar jangan lagi dipasung. Kami melakukan pendataan lalu dibawa untuk diobati di rumah sakit dan ditangani secara khusus” kata Gusnan Mulyadi, Wakil Bupati Bengkulu Selatan.

Langkah Pemkab Bengkulu Selatan ini, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk melakukan penanganan bagi penderita gangguan jiwa. Karena di provinsi ini, ada sekitar 500 orang lebih penderita gangguan jiwa yang sebagian besarnya ditangani keluarga sendiri dengan cara dipasung (*/Jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here