Melihat Ragam Senjata Tradisional Sumatera

Foto: paltv.co.id

Bengkulu, Kabarserasan.com—Sudah tiga hari terakhir di Bengkulu berlangsung pameran senjata-senjata tradisional dari seluruh daerah di Sumatera, yang dilaksanakan komunitas Museum se Sumatera di Museum Negeri Bengkulu, di Kota Bengkulu.

Pada acara yang mengambil tema “Mengungkit Citra Peradaban Masa Lampau Melalui Pameran Koleksi Senjata Tradisonal Sumatera” ini, pengunjung pameran dapat melihat aneka senjata tradisional yang dulu dibuat dan dipergunakan nenek moyang kita, sekaligus menggambarkan perkembangan sejarah dan budaya di wilayah Sumatera.

Sebagaimana dikutip dari antara.co.id, aneka senjata yang dipajang pada pameran ini, antara lain senjata berburu seperti mata tombak dari Sumatera Utara, panah sakai dan tombak dari Riau, senjata membela diri seperti tongkat sumam dan tameng dari Sumatera Selatan.

Kemudian ada juga rencong meupucok dari Aceh, serta senjata besi bercabang dari Sumatera Barat dan kapak batu dari Jambi. Selain itu juga terdapat sejumlah tameng atau perisai yang selain berguna sebagai pelindung diri juga berfungsi sebagai pajangan yang melambangkan identitas pemiliknya.

Foto: liputanbengkulu.com
Foto: liputanbengkulu.com

Dari Bengkulu sendiri dipamerkan 21 jenis senjata, di antaranya tombak Enggano yang digunakan berburu dan berperang bagi masyarakat Pulau Enggano, sumpit bambu untuk berburu burung atau binatang kecil, tongkat suman yang berguna untuk menunjukkan status sosial pemiliknya, gada atau pemukul yang berfungsi sebagai sejata dan penangkis serangan.

Dalam pameran ini juga ada rangkaian alur cerita yang menggambarkan fungsi dan perkembangan senjata dalam sejarah budaya yang dikelompokkan menjadi senjata berburu, membela diri, menyerang, perubahan fungsi serta senjata dan perkembangannya, seperti keris yang ada di Kabupaten Kaur.

Foto: bengkuluprov.go.id
Foto: bengkuluprov.go.id

Menurut Kepala Museum Negeri Bengkulu, Nirwan Nirwan Sukandri MPd, pameran senjata tradisional ini terselenggara atas kerjasama antar museum negeri di pulau Sumatera, yakni Museum Aceh, Museum Negeri Sumatera Utara, Museum Adityawarman Padang, Museum Sang Nila Utama Riau, Museum Siginje Jambi, Museum Bala Putra Dewa Sumatera Selatan, Museum Rua Jurai Lampung, dan Museum Negeri Bengkulu. Selain itu, juga hadir pihak Museum Jawa Tengah dan Museum Selawesi Tengah.

Dari delapan provinsi yang menjadi peserta, terdapat juga Provinsi Kepulauan Riau dan Bangka Belitung yang merupakan provinsi muda dan masih meninjau kegiatan ini. Diharapkan, mereka bisa ikut sebagai peserta pada kegiatan selanjutnya tahun depan.

Di tiga hari pertama pelaksanaan pameran, banyak pengunjung dating, terutama dari kalangan siswa dan mahasiswa, baik dating perorangan maupun bersama guru mereka. Pameran sendiri akan berakhir 3 Desember 2016 mendatang. (*/Jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here