Tantowi Yahya

TANTOWI YAHYA

Tantowi Yahya lahir di Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, 29 Oktober 1960. Tantowi menikah dengan Dewi Handayari. Setelah 25 tahun menikah, mereka baru dikaruniai seorang anak laki-laki Muhammad Adjani Prasanna Yahya (lahir 11 April 2001), yang merupakan anggota dari Skuat Milan Junior Camp Indonesia yang menjuarai Turnamen Milan Day Challenge di Italia

Sebelum menjadi politisi dan anggota parlemen, Tantowi dikenal sebagai pembawa acara, host beberapa acara top di televisi dan juga ikon musik country di Indonesia. Ia adalah kakak dari Helmy Yahya yang juga seorang pembawa acara .

Masa Kecil

Sejak kecil, putra kedelapan pasangan HM Yahya Matusin dan Hj. Komariah Yahya ini telah bercita-cita menjadi orang terkenal. Baginya keterkenalan itu memudahkan semua persoalan. Bakat seni, khususnya musik sudah terlihat sejak ia di SD. Tantowi senang menyanyi, khususnya lagu-lagu barat yang kemudian ia kenal sebagai lagu-lagu Country.

Darah musik mengalir dari ayahnya yang ketika muda dikenal di kampungnya di Indralaya, Sumatera Selatan sebagai seorang pemusik dan penyanyi. Untuk mewujudkan mimpi besarnya, Tantowi tak segan bekerja keras. Ia les bahasa Inggris sejak kelas 1 SMP, sesuatu yang masih jarang dilakukan anak seusianya untuk ukuran di Palembang pada waktu itu. Dan untuk les 3 kali seminggu yang harus ditempuh dengan jalan kaki dengan jarak 10 kilometer berarti dia harus mengorbankan waktunya untuk bermain.

Menurut ayahnya, menguasai bahasa Inggris adalah jalan untuk menuju sukses. Disamping tekun, Tantowi juga berbakat di bahasa. Bahasa Inggris cepat dikuasainya dan akhirnya ia diminta mengajar di tempat dia kursus tersebut. Lulus SLTA, dia merantau ke Jawa untuk kuliah dalam rangka mengejar mimpinya untuk menjadi orang terkenal, meninggalkan berbagai kemudahan yang sudah diraihnya di daerah, antara lain gaji dari mengajar Bahasa Inggris dan kesempatan bekerja dimana-mana karena kemampuannya berbahasa asing. Sesuatu yang langka waktu itu.

Karir Bisnis

Lulus SMU tahun 1979, Tantowi yang beragama Islam ini hijrah ke Yogyakarta, untuk kuliah Akademi Kepariwisataan Indonesia (AKI). Hanya selesai D1. Ia kemudian pindah ke Bandung untuk kuliah di National Hotel Institute (NHI). Setelah selesai ia pindah ke Jakarta dan bekerja sebagai resepsionis di Hotel Borobudur Inter.continental Jakarta pada tahun 1982.

Pendidikan perhotelan yang memadai didukung penguasaan bahasa Inggris membuat Tantowi cepat beradaptasi dengan profesinya sebagai hotelier. Satu setengah tahun sebagai resepsionis, Tantowi melamar dan mulai bekerja di Jakarta Hilton Intenasional, hotel bintang lima paling bergengsi saat itu. Memulai dari jabatan Assistant Manager di Front Office, dan mengakhiri kariernya di hotel itu sebagai Sales Account Executive.

Dengan posisi itulah ia kemudian berkenalan dengan Danny Jozal, Direktur Pemasaran P.T. BASF Indonesia yang kelak menjadi orang yang paling berkuasa di perusahaan tersebut. Tahun 1987, Tantowi pindah ke P.T. BASF Indonesia, perusahaan pembuat pita kaset audio dan video yang berpusat di Ludwigshafen, Jerman tersebut. Dimulai sebagai Promotion Officer, betkat usaha kerasnya, Tantowi menduduki jabatan Advertising & Sales Promotion Manager dalam waktu 2 tahun, sampai kemudian di tahun 1993 dia diminta bertanggung jawab untuk seluruh kegiatan kehumasan Kelompok Perusahaan BASF di Indonesia.

Selama tujuh tahun di BASF, Tantowi dengan dukungan sepenuhnya dari Danny Jozal berhasil mengibarkan nama perusahaan Jerman tersebut melalui kegiatan musik tahunan, BASF Award. Di tangannya event tersebut menjelma menjadi ajang apresiasi musik bergengsi dan menjadi barometer prestasi musik anak negeri. Mengikuti insting bisnisnya yang mulai menyala-nyala, memanfaatkan namanya yang sudah mulai dikenal luas di Indonesia, tahun 1994 Tantowi keluar dari BASF untuk membuat perusahaan sendiri yang bergerak di bidang produksi dan distribusi rekaman serta jasa penyelenggaraan pertunjukan (event organizer), PT Ciptadaya Prestasi.

Setelah keluar dari BASF, nama Tantowi semakin berkibar. Dengan perusahaannya, dia berhasil menghimpun beberapa artis besar dan melahirkan beberapa nama yang kelak menjadi artis besar juga dibawah label Ceepee Production. Beberapa artis besar yang pernah dilahirkan dan dibesarkan Ceepee antara lain; Andre Hehanussa, Titi DJ, Vina Panduwinata, Becky Tumewu, Lusi Rachmawati, Mollucas, Sherina, Halmahera.

Sebagai event organizer, Ceepee juga pernah merancang dan menyelenggarakan berbagai event besar seperti BASF Award 1992-1994, Pemilihan Puteri Indonesia, Miss Indonesia Paegeant 1994-1996, Citra Pariwara 1994-1995, We Are Indonesia Concert Istana Bogor 1999, dan acara Panasonic Awards.

Pembawa Acara

Kemampuannya membawakan acara langsung menempatkannya sebagai penghuni baru di ranah hiburan tanah air. Namanya berkibar bukan saja di TVRI, tetapi ia juga laris sebagai MC (master of ceremony) untuk berbagai acara. Karier terbaik Tantowi sampai saat ini adalah menjadi pembawa acara kuis WWtBaM? (2001-2006). Kerja keras Tantowi terbayar dengan diboyongnya penghargaan sebagai The Most Favourite Television Quiz Host dalam ajang Panasonic Awards 2003, 2004, 2005, dan 2009. Tantowi juga tercatat sebagai salah satu pendiri sekaligus sekretaris Jenderal Indonesian Music Awards Foundation tahun 1997-2001.

Kehidupan Sosial

Dengan seabrek kesibukan menyanyi dan MC, Tantowi juga aktif di beberapa kegiatan. Antara lain, Tantowi juga terpilih sebagai Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA) masa bakti 2004-2006.[8] Pada tahun 2005 Tantowi diundang sebagai wakil Indonesia di Eisenhower Fellowship, sebuah event internasional yang mempertemukan wakil-wakil dari berbagai negara. Event tersebut dihadiri oleh para politikus, pejabat tinggi pemerintahan ataupun pegusaha.

Dalam event itu, Tantowi adalah satu-satunya orang yang mempunyai background entertainment[9] Setahun kemudian Tantowi dinobatkan sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) tahun 2006 oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI).[10] Pada tahun yang sama, Tantowi mendirikan ‘Tantowi Yahya Public Speaking School’. Sebuah lembaga pendidikan yang khusus untuk mengajarkan bagaimana seseorang dapat berbicara dengan baik di depan publik.

Karir Politik

Pada Pemilu Legislatif tahun 2009 ia memutuskan terjun ke dunia politik dan menjadi calon legislatif  DPR RI dari Partai Golkar mewakili daerah pemilihan Sumatera Selatan II, dan terpilih menjadi anggota DPR RI. Lalu pada Pemilu Legislatif tahun 2014 ia maju lagi sebagai calon legislatif DPR Dapil DKI III, dan kembali terpilih menjadi anggota DPR periode 2014-2019. Saat ini menjabat sebagai anggota Komisi I (Pertahanan, Intelijen, Luar Negeri & Komunikasi) dan Wakil Ketua Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP).

Kini Tantowi masuk dalam daftar 23 nama yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR RI sebagai calon Duta Besar Indonesia, di mana Presiden Jokowi mempercayakannya untuk menjadi Dubes untuk Indonesia di Wellington, Selandia Baru.

Sumber: WikipediA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here